Anthea melirik ranjang kosong disampingnya. Semalaman Jenderal tidak pulang. Setelah, tadi siang Jenderal pulang, pria itu pergi dan sekarang tidak pulang sama sekali. Anthea menghela napas lelah. Apa benar yang menculiknya adalah pria itu? Pria yang yang bahkan namanya saja malas Anthea sebut. Ingatannya kembali berulang di rumah sakit beberapa hari lalu saat ia pingsan. Keadaan waktu itu sangat sepi hingga memudahkan pria itu menyelinap masuk ke rawat inapnya. Jenderal saat itu sedang keluar sehingga tak ada siapapun yang menjaganya. "Halo putriku..." Suara itu awalnya membuat Anthea terkejut dan tidak menyangka jika sang Ayah yang selama ini hilang kini kembali. Kembali menemuinya. Matanya berkaca-kaca hendak menangis. "A-ayah..." "Ya, Sayang, ini Ayahmu." Anthea hendak bangkit d

