BAB 33

1060 Kata

Anthea duduk dengan gelisah sejak tadi. Ia menunggu diluar bersama dengan Airo. Jenderal sedang menemani Vanya melahirkan sesuai dengan keinginan Anthea. Ia tidak mungkin bersikap egois membiarkan Vanya melahirkan sendirian. Perasaan bersalah kian mengental. Saat sebelumnya ia menerima pesan masuk dari nomor tak dikenal. Pesan yang berisi dugaan yang membenarkan semua pikirannya. Temanmu melahirkan tanpa suami, bukankah itu yang kau inginkan dengan melawanku? Anthea mengusap wajahnya kasar. Nyaris 30 menit berlalu namun belum ada tanda-tanda dokter keluar untuk menyampaikan kabar. Anthea juga sudah mengabari para teman Vanya agar segera datang ke rumah sakit. Wanita itu kembali meraih ponselnya yang bergetar. Nomor asing yang sama kembali mengirimkan pesan. Dengan tangan bergetar, Anth

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN