INI MAMA NAK

1599 Kata

Aku tahu Lukman terus melirikku, aku tahu. Aku biasa merasakan. Sekali aku menoleh dan dia ketangkap basah sedang melihatku "Kenapa mas?" tanyaku. Dia cuma menggeleng "Kenapa ih?" tanyaku menuntut. "Kok kamu kepikiran jemput aku? Padahal teman sekantorku tadi mau nganterin pulang." "Enakan sama aku kan?" Gimana? Ngomong apa gue? "Maksudnya aku juga sekalian pulang. Kita searah." Dia melihatku yang sibuk dengan Hp. "Kamu lagi cari apa itu?" "Cara menangani step, temanku bilang dikasi minyak kayu putih dan dijaga saluran pernapasannya supaya lancar." Ujung bibirnya terangkat membentuk senyuman. Aku tidak dapat mengartikan senyuman itu, mungkin dia mengejekku. "Bias sudah baikan, sudah nggak step, demamnya udah turun juga. Barusan Bu Ningsih telpon. dia sudah mau minum obat,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN