Mobil yang ditumpangi Hillary dan Lucas pun berhenti. Tepat didepan mansion megah yang selama ini menjadi tempat tinggal Hillary. Hillary meremat tangannya diam – diam, sejujurnya berat baginya untuk menemui daddy-nya saat ini juga, ia masih membutuhkan waktu untuk memulihkan rasa sakit hatinya. Namun mau tak mau iapun harus menemui mereka bersama Lucas. “Jangan menyimpan semuanya sendiri, kau punya tanganku untuk kau genggam mulai saat ini hingga ajal nanti. Just believe me.” Secara perlahan tangan kokoh itu meraih jemari Hillary, menggenggamnya lembut dan memisahkan kedua tangan Hillary yang semula saling meremat. “Mari kita temui orang tuamu, kita bicara baik-baik. Dan kumohon, tahan emosimu hm? Biarkan aku menghadapi semuanya untukmu.” Mohon Lucas yang diangguki oleh Hillary, mata in
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


