Terik sang mentari mulai memasuki celah kaca jendela kamar Lucas yang tak tertutupi tirai. Sepasang anak manusia yang tengah berada diatas ranjang dengan saling memeluk itupun masih tertidur nyenyak, belum terusik dengan sorot sinar yang menerangi kamar yang awalnya terlihat redup itu. “Eunghh…” sebuah lenguhan kecil itu muncul dari bibir Hillary yang kini sedikit bergerak, mulai terjaga dari tidur nyenyaknya bersama sang kekasih tercinta. Mata indah itu mulai terbuka secara perlahan, mengerjap – ngerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang memasuki netranya. Sebuah senyum indah terukir begitu saja, menatap wajah pria yang begitu ia cintai itu tepat berada dihadapannya. Begitu tampan dan menggemaskan. Membuatnya kembali jatuh cinta untuk kesekian kalinya. Wanita itu melarikan waja

