“I will make you mine tonight until the end of my time” bibir itu kembali saling menyapa, dengan tangan Hillary yang mengalung indah pada tengkuk Lucas. Menyerahkan diri sepenuhnya pada kendali pria yang senantiasa memenuhi hati dan fikirannya itu. Saling mengecap dan mendalami diri masing – masing, berusaha menghapus segala kekhawatiran yang hinggap. Ini yang Hillary butuhkan. Ini yang gadis itu inginkan. Hanya Lucas. Lucas yang selalu berada dihatinya, dan menjadi sandaran kokohnya. Suasana kamar yang sedikit remang itu seolah semakin mendukung suasana yang keduanya ciptakan. Menyalurkan segala rasa yang tumbuh dalam hati sepasang manusia itu. Dengan lembut Hillary berusaha meloloskan kaos yang masih melekat pada tubuh Lucas. Begitupun sebaliknya, tangan kekar Lucas meraih tali dress

