“Cukup!!! Hentikan teriakan dan makian kalian!” kali ini Tuan Louis kembali angkat suara. Mendengar Hillary dan William yang saling berseru dan emosi ikut membuatnya pusing dan emosi. “Tuan Louis, sebaiknya kita akhiri saja pertemuan kita malam ini. Kita dapat melanjutkannya kembali ketika mereka sudah menyelesaikan masalah dengan kepala dingin bagaimanapun keputusannya nanti. Saya rasa sia – sia juga jika kita meneruskannya saat ini dengan keadaan mereka berdua yang sama – sama emosi.” Tuan Maxwell memutuskan yang segera diangguki oleh Tuan Lincoln. Benar, ini tidak akan berakhir baik jika kedua manusia itu masih saling memaki dan berteriak didepannya. William mendecih tak suka mendengar keputusan orang tuanya, pria itu menatap Hillary dengan mata tajamnya yang dibalas tak kalah sengit o

