Bimasena turun di sebuah terminal. Ia memayungi wajahnya menggunakan telapak tangan. Udara siang hari di kota ini cukup terik, untung saja ia mengenakan tangan panjang sehingga kulitnya bisa terlindungi dari sengatan sinar UV. Berbekal sebuah alamat yang tertulis dalam secarik kertas. Bima mulai beraksi dengan mencari nama daerah terlebih dahulu. "Panawangan? Daerah mana, tuh?" Bima bermonolog. Ia duduk di sebuah kantin terminal untuk sekadar membeli kopi dan camilan. Terpaksa Bima harus pergi diam-diam dari rumahnya dan datang jauh-jauh ke Ciamis untuk mencari tahu tentang Giffari. Kunci mobilnya disembunyikan oleh orang rumah. Menjaga-jaga takutnya Bima kabur. Tapi Bima tak ingin menyerah begitu saja. Bima merusak remot tv rumah dan berdalih ingin membetulkannya ke tukang service. B

