Bima mendatangi pemakaman Hartati. Ia berdiri mengenakan baju serba hitam dan kacamata, menyaksikan saat-saat terakhir Hartati sebelum dikuburkan. Saat keranda dibuka, Bima merangsek maju dan ikut serta dalam penguburan. Ia sangat menghargai Hartati sebagai orangtua Kalista, terlebih Hartati sangat mempercayainya. Bima masuk ke liang lahat dan menggulung lengan baju. Ia menadah tangan menerima jasad Hartati untuk segera disemayamkan. Tangis Kalista meraung-raung di barisan paling depan. Bima sempat meliriknya dan secara naluriah merasa iba. Di sana ada Giffari juga. Sorot Bima yang tajam seolah ingin menguliti pria itu, Giffari memalingkan wajah, tak sanggup melakukan eye contact dengan Bima. Kalista jatuh tak sadarkan diri. Sebagian warga membawanya ke tempat yang teduh dan memberinya m
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


