Arsya menghambur memeluk Syafira, sejak sejam yang lalu ia sudah bersiap di ruang tamu menyambut kedatangan mamanya. Kerinduannya pada Syafira sudah meninggi, padahal baru ditinggal tiga hari. Begitu Syafira menelepon dan mengabarkan kepulangannya, Arsya paling bersemangat menyambut kedatangannya. Ia sudah tidak sabar menunggu kedatangan Syafira. Bukan hanya karena kangen, tetapi kehadiran Syafira bisa menjadi tameng dan pelindung sebab jika ada mama maka Anton tidak akab berani melakukan kekerasan padanya. Entah itu hanya sekedar kekerasan fisik atau verbal. Mama adalah malaikat pelindungnya di rumah. "Ma, lama sekali. Aku kangen," bisik Arsya mencium kedua pipi Syafira. "Maaf ya, mama masih ada perlu," ucap Syafira sedikit menyesal karena membuat buah hatinya menunggu lama. Dibal

