"Bunda, sampai Surabaya kabari, ya!" ucap Aryan mengantar kepulangan Syafira di bandara. "Pasti," jawab Syafira dengan tersenyum. "Jaga diri baik-baik. Jaga kesehatan. Jangan suka telat makan!" pesan Syafira sebelum masuk ke boarding pass. Pesan yang terdengar seperti nasehat seorang ibu pada anaknya yang hendak dilepas di asrama atau pesantren. Aryan mengangguk lirih menyimak pesan Syafira. Ada kehangatan mengalir ke relung-relung sanubarinya. Mendengar nasehat seperti ini sangat langka bagi Aryan. Dirinya yang tumbuh tanpa ada seorang didampingi seorang ibu, membuatnya terkadang merindukan kehadiran sosok wanita yang melahirkannya itu. Aryan membayangkan betapa bahagianya memiliki keluarga utuh. Ada ayah, ibu dan saudara. Namun, ia kembali berpikir logis. Ia berada di dunia yang s

