Suara air yang terus mengalir membuat Athena yang kini masih berdiam diri di luar tak hentinya menghawatirkan Satria. Bagaimana keadaannya? Apakah ia terjatuh? Pikiran negatif itu muncul karena selama 20 menit ia menunggu suaminya, tapi belum keluar juga. Namun, tak lama kemudian, suara air itu berhenti bersamaan dengan pintu yang kini terbuka lebar. Athena begitu jelas melihat wajah pucat suami nya yang kini berjalan sedikit terhuyung dan ia pun akhirnya membatu Satria agar tertidur kembali di atas kasur king size milik mereka. Tangan halus Athena dengan lembut mengelus buliran keringat yang membasahi kening suami nya. "Sekarang minum obat nya ya, Kak Liam harus istirahat juga." Satria hanya menganggukkan kepalanya dengan pasrah. Athena dengan telaten menyiapkan obat yang di berikan I

