Suasana malam yang begitu mencekam dengan keringat yang kini telah membasahi sekujur tubuhnya. Nafasnya sesak dan tak beraturan, bayangan yang begitu menakutkan terus menerornya dengan paksa. Jam ber denting menjadi pengukur berapa lamanya siksaan ini akan berjalan melewati waktu. Hingga, suara yang begitu merdu mengalun lembut di telinganya. "Kak, kakak?" "Kak Liam, bangun" Mata Satria terbuka lebar saat mendengar suara yang sangat di kenalnya. Ia bahkan dengan cepat terbangun dari tidurnya berharap suara yang ia dengar bukan hanya halusinasi. "Kakak," ucap Athena seraya memegang lengan Satria berharap supaya suaminya menatap ke arahnya. "Ryeee!!!" Satria membalikkan tubuhnya dengan cepat saat mendapat sentuhan itu. "Rye? Are you okey? Rye ... hikss ... hiksss ..." ya, Satria p

