Wajah Riana menjadi merah seperti kepiting rebus, sementara Tomy tersedak dan menutup mulutnya untuk menahan senyum. Riana menginjakkan kakinya ke kaki Jaka, sambil melotot marah dan dengan galak ia berkata, "Pak Jaka berbohong …” Ucapan Riana dipotong oleh Jaka, “Papi Sayang!, itu panggilan kamu untukku, baru juga dikasih tahu sudah lupa. Ingat itu, baik-baik di memorimu jangan sampai kamu lupakan lagi.” peringat Jaka. Riana mendelik kesal ke arah Jaka, seraya berkata, “Papi Sayang, ngeselin. Tukang bohong.”Riana kemudian berbalik menghadap ibu Jaka dan berkata, “Maaf, Bu. Apa yang dikatakan oleh Pak Jaka tidak benar, aku tidak minta kok untuk dibelikan, seperti apa yang dibilangnya tadi.” Ibu Jaka tersenyum ke arah Riana dan berkata, “Tidak mengapa, Riana. Sah-sah saja, kok kalau kam

