Selama berada di bandara, Jaka melihat jam tangannya terus-menerus. Ia tidak sabar, pesawat yang akan membawanya ke Jakarta segera berangkat. Hampir saja Jaka melompat dan berlari menuju jalur masuk ke dalam pesawat, ketika didengarnya pengumuman kalau pesawat yang akan dinaikinya segera berangkat. Duduk di dalam pesawat, Jaka tidak menghiraukan penumpang yang duduk di sebelahnya, sampai sebuah suara yang akhir-akhir ini sangat dibenci Jaka terdengar. “Pak Dokter ganteng, sepertinya kita memang berjodoh. Buktinya sekarang kita bertemu lagi dalam pesawat ini. Semesta mendukung, saya dan pak dokter berjodoh.” kata Yanti. Jaka menolehkan wajahnya dan ia pun menjadi terkejut, kenapa juga aada w*************a ini satu pesawat dengannya. “Kenapa kamu bisa berada di dalam pesawat ini?, bagaim

