Harsya tiba dan langsung menemui Lubna. Tanpa berkata apapun kepada Armina, Harsya kemudian mengajak Lubna tidur di kamarnya. Ia mengambil alih merawat Lubna malam itu, menyuapinya makan dan meminumkannya obat. Membacakan cerita dan menemaninya tidur. Armina mengalah. Ia mengurung dirinya di kamar, menunggu Kevin menelefonnya. Namun, baru beberapa menit ia berbaring, perutnya terasa perih. Ia baru menyadari nyaris belum makan apapun seharian ini. Ia turun ke dapur dan membuat setangkap roti gandum beroleskan madu, dan membawanya ke kamar bersama dengan segelas s**u. Dalam kesendiriannya, ia menikmati makanannya. Ia memikirkan Harsya yang mendiamkannya. Ia tahu bagaimana perasaaan Harsya kepadanya saat ini. Pastilah dia jengkel karena tidak bisa menghubunginya sejak pagi di saat anaknya

