Harsya sudah bersiap pergi sebelum fajar. Armina yang telah melunak sedikit hatinya, turut terbangun dan menawarkan membuatkan bekal sarapan yang tidak ditolaknya. Beberapa kali menikmati hasil masakan Armina, membuatnya ketagihan. Cita rasa Armina dalam menciptakan makanan, bernilai di atas rata-rata. "Kalau bisa, buatkanlah untuk dua orang. Ada anak buahku yang akan ikut bareng nanti. Dia sedang dalam perjalanan kesini.” Armina membuatkan nasi goreng, dengan campuran bakso, telur dan kacang polong. Disajikannya di dalam kotak plastik, dan dibubuhi irisan timun dan tomat. Lalu dimasukkan ke dalam tas kain, beserta kotak lain berisi beberapa potong brownies dan cupcake buatannya semalam. Agar tidak mencari saat terjaga, Harsya membangunkan Lubna untuk berpamitan. Keduanya berpelukan era

