Terlupakan

1243 Kata

“Permisi!” Meina berbalik dengan rasa gugup yang tak bisa disembunyikan. Ia berjalan tergesa tanpa arah. Ia hanya ingin menjauhi lelaki itu. Tahu-tahu, ia berada pinggir kolam renang. Sebenarnya, area ini sudah diberi sekat sebagai ruang yang private yang tidak boleh dimasuki pengunjung garage sale. Armina tidak ingat bagaimana ia bisa menembus pembatasnya. Tengah ia kebingungan, Novi tiba-tiba keluar dari pintu kaca belakang rumah yang menghadap ke kolam. Ia langsung menghampiri. “Kak, maaf aku nyasar kesini. Aku cari Lubna.” Armina berkilah. “Itu dia!” Novi menunjuk ke dalam rumah. Lubna sedang memperhatikan Rakha dan kakaknya yang sedang mengenakan sabuk putih seragam taekwondo. “Rakha dan kakaknya mau latihan taekwondo.” “Oh! Kak Novi mau mengantar mereka Latihan?” tanya Armina

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN