Harsya kukuh dengan keputusannya. Dia sama sekali tidak mau dibantah lagi. Meski Armina mengingatkan tentang larangan menghilangkan nasab asal-usul Lubna. Dia tidak peduli. “Anggap saja nasabnya ke ibunya.” Harsya menjawab tenang. “Tapi, Kak…” “Ngga usahlah pakai tapi. Meisha sudah ngga ada. Aku sudah memaafkan dia. Aku juga berharap dia memaafkan aku.” Harsya menutup kasus. Jika yang paling berkepentingan saja sudah menganggapnya tak penting, lantas mengapa Armina berusaha memaksa mempermasalahkannya. Dia tidak mendebat sepatah katapun lagi. Jadi, meski tidak puas, Armina menyimpan sendiri rasa penasarannya. Dia bertekad, akan tetap menyelidikinya diam-diam. Sikap Harsya sama sekali tidak berubah kepada Lubna. Bahkan semakin bertambah rasa sayangnya. Sekembalinya dia ke Bandung, dia

