Armina terdiam beberapa saat. Respon apa yang harus ia berikan terhadap pertanyaan Oryza? Meski hubungannya dengan Harsya dilandasi perjanjian bahwa akan ada akhirnya, tapi tetap saja keduanya terikat akad dan hukum dengan nilai-nilai dan aturannya. Ia yakin, Oryza paham norma-norma pernikahan dan bagaimana memperlakukan wanita yang sudah bersuami. Rasa curiga, tak terelak timbul di pikiran Armina. Jangan-jangan Oryza mengiranya isteri kesepian yang jarang dibelai karena suaminya bekerja di luar kota. Mungkin saja dengan demikian dia mengira Armina membutuhkan teman dan mau saja diajak-ajak berbuat di luar batas. Ih! Armina bergidik sendiri. Kalau alasannya demikian, sungguh lelaki ini salah cari lawan. “Hei! Kok diam?” Suara Oryza menyambangi lagi telinganya. “Maaf! Tadi nanya apa, Ka

