Satu jam telah berlalu, sejak kejadian di mana Ratna hendak mencelakai Alda, Faris benar-benar tidak bisa tidur. Faris khawatir jika Ratna akan berbuat jahat lagi, meski ia tahu jika saat ini ibu tiri Alda masih terbaring tak berdaya akibat obat pelemah syaraf yang masuk ke dalam tubuhnya. "Mas kamu nggak tidur?" tanya Alda. Wanita itu terbangun dan melihat suaminya duduk di sebelahnya dengan mata yang masih terjaga. "Aku belum ngantuk, baru jam satu kok bangun. Apa mau ke kamar mandi," tawarnya. Sementara Alda hanya menggeleng. "Ya sudah sekarang tidur lagi." Faris mengusap kepala istrinya yang terbalut jilbab agar kembali tertidur. "Alda, apa pun yang akan terjadi nanti. Aku akan tetap akan di sampingmu," batin Faris. Ia benar-benar menyesal karena pernah menghianatinya. Menodai

