Alda masih berdiri mematung, rasanya seperti mimpi, tapi ini kenyataan. Sementara orang tersebut tersenyum saat melihat Alda. Entah apa maksudnya, mungkinkah ini kenyataan atau hanya pura-pura saja. "Sayang siapa yang datang." Faris berjalan menuju ruang tamu. Setibanya di ruang tamu, Faris tak kalah terkejut dengan tamu yang datang ke rumahnya. "Sinta." Faris menatap wanita yang berdiri di ambang pintu. Sementara Alda memundurkan langkahnya dan berdiri tepat di sebelah suaminya. "Maaf mengganggu, dan maaf juga pasti kedatangan aku sudah buat kalian terkejut," ujar Sinta. "Sebaiknya kita bicara di dalam saja, Sinta ayo masuk," ucap Alda. Meski ia tahu jika Sinta pernah berbuat jahat, tapi tak ada salahnya berbuat baik padanya. "Terima kasih, tapi aku ke sini tidak lama. Aku ke si

