Rian bingung saat melihat ekspresi sepupunya itu, dan hal tersebut membuat suasana menjadi hening. Sementara itu, wanita yang bersama Rian yang tak lain adalah Kania hanya diam. Tak ada rasa canggung atau pun apa. "Hey, kenapa diam saja sih. Kenalin dia Kania calon istriku." Rian memperkenalkan Kania sebagai calon istrinya. Hal tersebut membuat Alda serta Faris semakin terkejut. "Rian, setelah ini kamu datang ke rumah. Ada yang ingin aku sampaikan. Dan maaf aku banyak kerjaan, aku harus kembali ke kantor," ujar Faris. Bisa saja ia membongkar langsung siapa Kania, tapi Faris masih punya perasaan. "Apa?! Ah, Mas tuh kebiasaan. Kerjaan terus yang dipikirkan," sahut Rian yang terlihat kecewa. "Al, kamu .... " "Alda juga akan pulang, dia lagi hamil nggak baik terlalu lama bepergian." F

