Andi menatap bola basket yang ada di tangannya. Terus memperhatikannya sampai ia tidak menyadari, kalau dari tadi kedua temannya memperhatikannya. ''Bro, kok lo jadi galau-galauan gini sih?'' Weldan kini sudah berdiri di belakang Andi sambil menepuk pundak Andi. Yang di tanya masih diam. ''Kamu jangan kayak gitu dong mas, aku jadi sedih kalau kamu sedih,'' drama dimulai. Tara menoel dagu Andi, membuat si pemilik mendengus sabar dengan kelakuan temannya. ''Dia butuh dibelai kayaknya Tar,'' Weldan memanas-manasi. ''Mas, kamu mau dibelai?'' Tara mengedipkan sebelah matanya. ''Sini gue belai lo pake golok.'' Andi menatap Tara garang, kemudian menatap Weldan. ''Lo mau juga?'' Sontak Weldan menggeleng. ''Lo psikopat!'' ''Yeee ditawarin malah ngatain!'' Andi meneloyor kepala Weldan, diser

