part 2 MENGINAP

2614 Kata
setelah mas Ryan pergi dari kamar kos, aku hanya bermain ponsel sambil tiduran. coba menawarkan kamar kos yang aku tempati untuk di oper ke orang lain di sss. tak lama kemudian HP ku berdering, kulihat di layar ternyata ada pesan WA dari mas Ryan. Ryan [hai Nisa, apa sudah tidur?] aku [belum mas, ini masih rebahan sambil coba posting oper kamar kos. siapa tau besok sudah ada yang mau nempati kan lumayan] Ryan [memangnya mau kamu oper dengan harga berapa Sa?] aku [kan harga sebenarnya delapan ratus ribu mas, karna aku nempati yang bulan ini belum ada setengah bulan, jadi mau aku oper dengan harga empat ratus ribu aja mas. kan lumayan mas separohnya] Ryan [terus di tempat kos Icha ada yang kosong memangnya? kan percuma kalau misal disana belum ada yang kosong tapi tempat kamu udah ditempati orang lain duluan] aku [ada kok mas yang kosong, selisih satu kamar dari kamarnya Icha mas. tadi pas kesana, aku juga udah lihat kok] Ryan [terus kalau mereka nyariin kamu gimana?] ya aku tu sih, mas Ryan sebenarnya masih belum yakin kalau aku mau ninggalin semua lelaki yang udah dekat sama aku. tapi inilah pilihanku, sampai kapan aku akan terus merasa seperti ini. sampai kapan aku akan balas dendam dan terus terusan mempermainkan perasaan mereka para lelaki. aku memiliki seorang anak pria, aku juga tidak mau kalau ketika anakku besar kelak akan merasakan apa yang pernah aku lakukan. aku masih memiliki rasa takut terhadap yang namanya karma. aku [ya aku akan bilang ke mereka kalau aku balik pulang kerumah orangtuaku mas. mereka tidak ada yang tau rumah orangtuaku, dan mereka juga tidak ada yang tau tempat kos Icha. ya meski kemungkinan aku masih bisa bertemu mereka di belakang kosan, tapi mereka gak bakalan tahu kosan yang baru mas. karena Rio dan teman temannya memang kontrak di belakang kosan yang ini mas] ya, Rio adalah lelaki yang membuat mas Ryan belum yakin sama aku. karena Rio yang selama ini menemani aku. Rio yang bayar uang kosan aku, Rio yang sering kasih aku uang lebih, Rio yang selalu nemanin aku makan, aku belanja. hampir semua kebutuhanku dipenuhi oleh Rio. Rio juga sering dan hampir tiap hari tidur di kamar kos aku. Rio adalah seorang manajer muda di sebuah perusahaan kontraktor besar dan ternama di Surabaya. tapi akhir akhir ini Rio menghilang tanpa kabar, dan saat aku hubungi dia ternyata dia sudah ada di Jakarta. mas Ryan mengetahui semua cerita kisah aku dengan Rio hingga berakhir. saat hubunganku dengan Rio berakhir, hanya mas Ryan yang benar benar peduli dan selalu ada buat aku. padahal sebelumnya, dia adalah orang yang selalu aku hina, aku caci, aku maki, bahkan tak hanya sekali dia akubsuruh pergi dari tempatku. entah apa yang selalu ada dalam fikiran dan hati mas Ryan sehingga ia tak pernah mundur dan pergi dari kehidupanku. itulah yang membuat aku mau membuka hati untuk mas Ryan. tiba tiba ada pesan WA masuk lagi dari mas Ryan. Ryan [yasudah, pokok yang terbaik buat kamu aja Nisa] aku [iya mas, terima kasih sudah percaya dan selalu mendukung semua keputusanku mas] Ryan [iya sama sama, selama kamu bahagia, aku juga ikut bahagia Sa] ***** karena aku belum dapat pekerjaan baru, hari ini setelah aku bangun tidur, aku belum ada kegiatan buat keluar. tiba tiba HP aku berdering, dan segera aku lihat di layar HP ada sebuah massanger Gilang Arga, "lokasi kos yang mau di oper dimana ya kak?" di tengah kota kak, di dekat toko ATK terbesar di kota kak. jawabku Gilang Arga, "pinggir jalan raya ya kak tempatnya?" iya kak, di pinggir jalan, dan kosannya tertutup pagar, motor bisa langsung masuk ke garasi kak. jawabku Gilang Arga, "fasilitasnya ada apa saja ya kak?" ada bed lantai spons ukuran 180x200, kipas angin, mesin cuci, kompor, mejig com, almari. nanti juga akan dikasih kunci pagar kak. jawabku Gilang Arga, "disitu memang kosnya bebas atau bagaimana ya kak?" iya kak, bebas kak tapi sopan. karena disini semua para pekerja dan semua kamr sudah ada penghuninya. jadi saling menghargai privasi masing masing aja kak, soalnya penjaga juga tidak selalu ada disini kak. jawabku Gilang Arga, "oke kak, nanti saya apa bisa langsung cek lokasi kak? kalau cocok langsung saya bayar kak" siap kak, bisa. jawabku karena kosan ini akan ditempati sama orang lain, aku harus segera pindahan ke kosan yang baru dong. aku langsung pergi ke tempat kosan Icha untuk bayar kamar kos yang baru supaya tidak keburu ditempati orang lain. sekalian aja deh langsung pindahan aja, jadi nanti kalau mas Gilang itu jadi ambil kosnya, aku bisa langsung kasih kunci kosan sama kunci pagar. akhirnya sudah selesai pindahan, dan mas Arga juga mau datang ke kosan yang lama. aku tungguin aja dulu di kosan yang lama biar enak nanti kalau orangnya datang. "mbak Nisa, saya sudah ada di depan kosannya mbak" sebuah massanger dari mas Gilang Arga aku langsung aja keluar buka pagarnya. aku nemenin ms Gilang buat lihat lihat lokasi kosan. akhirnya mas Gilang cocok dan langsung dibayar cash sama mas Gilang. aku langsung pulang ke kosan yang baru. aku langsung chat WA ke mas Ryan aku, [mas, aku udah pindah ke kosan baru. di kosannya Icha mas. nanti kalau mas mau mampir langsung kesini aja ya mas.] aku kirim meskipun aku tau kalau mas Ryan sedang sibuk gak bisa balas chat aku. tapi setidaknya nanti saat dia sudah selelsai kerja, dia akan baca chat yang sudah aku kirim. ***** seperti biasa, mas Ryan pulang dari kerja setelah maghrib. dia langsung datang ke kosanku yang baru tanpa balas WA dari aku dan tanpa tanya lagi ternyata dia sudah tau kamarku. mungkin karena aku lelah habis pindahan sendirian, aku tertidur sampai tidak dengar saat mas Ryan masuk ke kamarku. saat bangun aku kaget lihat mas Ryan yang udah ada di samping aku. mas udah datang dari tadi ya? tanyaku enggak kok, baru aja datang. jawab mas Ryan kok mas Ryan gak bangunin aku sih? tanyaku lagi jangan dong, ngapain juga dibangunin. kan kamunya lagi tidur nyenyak gitu kasian kalau mau aku bangunin. jawab mas Ryan kamu pasti belum makan ya? tanya mas Ryan hehehehe belum mas, aku tadi habis pindahan langsung rebahan sampai tertidur. jawabku yaudah beli makan dulu yuk sama mas. kata mas Ryan beli makan lalapan aja mau gak mas? aku pengennya makan disini aja mas. ucapku pada mas Ryan boleh itu lalapan. jawab mas Ryan bentar mas, aku minta buat pesenin Icha ya... setelah kita makan, aku mandi dan berdandan sederhana. mas mau nemenin aku beli kipas angin gak? tanyaku lah kipas angin yang di kosan lama kemana? tanya mas Ryan balik ya itu kan punya ibu kos mas, jadi aku tinggalin di kosan. kita beli kipas di toko utara sini mas. jawabku iya, ayokk berangkat sekarang takut keburu tutup. kata mas Ryan setelah kami membeli kipas angin, kami pergi ke supermarket buat beli camilan untuk stok di kamar. sesampainya di kamar, mas Ryan rebahan sampai ketiduran di kamarku. saat udah jam setengah sepuluh malam mas Ryan belum bangun dari tidurnya, aku berusaha buat bangunin mas Ryan. karenaseperti biasanya mas Ryan jam sembilan pasti pulang dari tempat kos aku mas, mas Ryan bangun yukk... mas Ryan kan waktunya pulang kerumahnya mas. mas ryan akhirnya bangun tapi gak jawab apapun ucapanku. mas, ini udah hampir jam sepuluh malam loh... mas gak pulang? tanyaku emang kalau aku gak pulang, tidur disini apa boleh? tanya mas Ryan balik kalau aku sih boleh boleh aja, tapi apa mas Ryan gak dicariin sama orangtuanya mas? tanyaku lagi aku sudah bilang kok ke orangtuaku kalau aku gak pulang, aku bilang mau tinggal di kontrakan sama temanku. jawab mas Ryan tapi apa orangtua mas Ryan akan percaya dengan ucapan mas itu? apa itu gak bikin orangtua mas makin gak suka sama aku? akubtakut nanti dikiranya mas jadi gak pulang semenjak kenal aku. cerocosku ke mas Ryan enggaklah, aku dulu sudah pernah tinggal ngontrak sama teman temanku, tapi karena insiden yang dulu aku gak berani lagi kontrak sama teman teman dan sekarang temanku udah beli rumah sendiri di sekitar sini juga. jawab mas Ryan santai aku gak pernah minta sih buat mas Ryan tinggal satu kos sama aku. lagian aku juga belum yakin kalau orangtua mas Ryan benar benar mau terima aku jadi menantunya yaudah, sini yukk tidur sama aku. kata mas Ryan aku masih canggung sih mau tidur sama mas Ryan, karena selama ini aku tau mas Ryan itu laki laki yang baik, lugu, gak pernah macam macam. kalaupun memang mas Ryan bukan laki laki yang baik, pasti waktu aku mabuk sama dia, pasti dia akan lakukan hal yang aneh aneh ke aku. tapi nyatanya tidak, dia benar benar tidak pernah melakukan halnitu sama sekali. dan tiba tiba sekarang mas Ryan ajakin aku tidur bareng. tanpa aku sadari saat aku lagi asik main game di HP, tiba tiba mas Ryan sudah mencumi leherku. aku terkejut dan aku terdiam sesaat, lalu aku menoleh ke mas Ryan bukan berhenti malah tiba tiba dia mencium bibir aku juga. aku gak diberi kesempatan untuk bicara dan bertanya apapun sama mas Ryan. saking dalamnya mas Ryan mencumbuiku, aku tak sadar menutup mata dan aku terhanyut dalam suasana itu. ini memang bukan pertama kalinya aku melakukan hubungan seperti ini. tapi melakukan ini dengan mas Ryan itu adalah hal yangbgak pernah aku bayangkan. karena selama ini aku ingin dekat dengan mas Ryan karena dia adalah lelaki yang pendiam dan aku yakin dia bisa membuat aku berubah dari perbuatan yang seperti ini dan membuat aku jadi yang lebih baik. karena menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh mas Ryan, sampai dunia serasa hanya milik kita berdua. aaahhh... mas... aaaahhh.... aku meracau tak jelas yang membuat mas Ryan melebarkan senyumnya. disela sela kegiatan berpeluh ini, aku dan mas Ryan melakukannya sambil berbincang bincang kecil. perbincangan yang sering terpotong karena racauan dari mulut masing masing. aaaahhh... mas.... ke... ke... kenapa ka... kamu tiba tiba mau untuk melakukan ini mas? tanyaku terbata bata sudahlah kita nikmati saja ini, jangan fikirin yang macam macam. aku akan selalu ada dan akan selalu bersama kamu. jawab mas Ryan setelah beberapa menit kita menuntaskan kegiatan ranjang, kita rebahkan badan sambil berpelukan. mas Ryan menciumku tanpa jeda sambil memelukku. mas, kan oranngtua mas belum tentu setuju kalau aku yang jadi menantunya mas. ucapku disela ciuaman tanpa jeda dari mas Ryan tiba tiba ada fikiran kalau ini bukan pertama kalinya mas Ryan melakukan hubungan suami istri seperti ini. tanpa kebingungan sama sekali dia melakukan ini semua dengan sangat lihai. orangtuaku tuh pasti setuju kok dengan hubungan kita, mereka sudah bilang menyerahkan semua keputusan ke aku Nisa.... jawab mas Ryan lembut sambil membelai rambutku mana ada orangtua yang dengan mudahnya akan setuju kalau anak lelakinya menikah dengan seorang janda dan mempunyai seorang anak pula. kebanyakan orangtua pasti akan melarang anaknya untuk melanjutkan hubungannya. batinku kamu juga sudah ketemu mereka, mereka juga tidak ada kata kata kalau tidak suka dengan kamu kan? tanya mas Ryan ke aku mungkin mereka hanya membutuhkan kedekatan yang lebih aja sama kamu. kalau sudah lebih dekat dan sudah kenalnkamu lebih jauh pasti mereka juga senang kok menerima kamu sebagai menantunya. kata mas Ryan yang berusaha meyakinkanku. tapi entah kenapa setelah pertemuan keduaku dengan orangtua mas Ryan membuat aku tidak yakin akan mendapatkan restu dari orangtuanya. iya, dirumah mas Ryan itu pertemuan kedua kami. pertemuan pertama itu ketika dua hari sebelum aku datang kerumah mas Ryan, saat mas Ryan harus dirawat dirumah sakit untuk operasi ringan di mata. malam itu waktu aku pergi kerumah saudara di desa bersama orangtuaku, tiba tiba mas Ryan menelponku dan dia bilang kalau dia sedang dirumah sakit. dia memintaku untuk datang kerumah sakit besok pagi dengan membawakannya charger HP. tanpa aku ketahui ternyata saat pagi hari aku datang ke rumah sakit sudah ada kedua orangtua mas Ryan dan ditambah siangnya kakak pertama mas Ryan juga ikut datang ke rumah sakit. saat itu mas Ryan berusaha membuat kesan baik aku dengan ibunya. dia meminta aku untuk menemani ibunya berbelanja dengan menggunakan ATM dia yang dibawakan ke aku. padahal hari itu aku dan mas Ryan belum benar benar dekat dan aku belum berani menaruh hati kepada mas Ryan. karena melihat perhatian orangtua dan kakak pertama mas Ryan itulah yang membuat aku suka, simpati dengan keluarga mas Ryan. sehingga membuat aku mau menerima pengungkapan hati mas Ryan tapi ketika melihat reaksi kedua orangtua mas Ryan dirumahnya malah membuat aku kembali Bimbang akan mendapatkan restu untuk hubungan kami. aku terdiam sendiri dalam banyak bayangan itu, lelah letih selama kegiatan sehari tadi sebenarnya membuatku merasa mengantuk tetapi dengan hadirnya fikiran yang sedemikian membuat mata tidak ingin terpejam meski dilanda rasa kantuk. selama tidur, mas Ryan tidak pernah melepaskan pelukannya sama sekali dari tubuhku. apa benar sangat besar rasa sayang mas Ryan buat aku, sampai dia memelukku seerat ini. seolah olah dia benar benar takut aku untuk pergi dari sampingnya. selama ini hanya mas Ryan lelaki yang benar benar kukuh mendekatiku. apapun perbuatan kasar yang aku lakukan ke dia tidak pernah membuat dia pergi dari kehidupanku sama sekali. setiap aku berbuat dan berkata kasar kepada mas Ryan, itu malah membuat mas Ryan semakin sering mandatangiku. ya Tuhan, kenapa aku jadi bimbang disaat aku sudah membuka hati untuk lelaki ini tuhan. kalau memang dia lelaki terbaik untuk kehidupanku, tolong jagalah perasaan dia untukku dan yakinkan hatiku untuknya Tuhan. tetapi kalau memang dia bukanlah jodoh yang terbaik buat aku, buatlah dia pergi dsri kehidupanku Tuhan... aku berdo'a sambil melihat mas Ryan yang sedang terlelap tidur memelukku. itu do'a yang aku ucap sebelum aku tertidur. tak terasa waktu sudah menunjukkan jam setengah lima pagi, aku terbangun dengan tetap berada di pelukan hangat mas Ryan. aku buka rengkuhan lengan kokoh mas Ryan dengan penuh berhati hati perlahan lahan agar mas Ryan tidak terbangun. dan aku langsung masuk untuk membersihkan badan di kamar mandi. setelah aku keluar dari kamar mandi, ternyata mas Ryan sudah terbangun. saat aku kembali duduk di ujung kasur, mas Ryan kembali mendaratkan ciuman di pipi dan bibirku. mas Ryan sambil berlalu masuk ke kamar mandi kemudian mas Ryan bersiap untuk berangkat bekerja. sebelum berangkat bekerja kami keluar sebentar untuk membeli sarapan. ya kita hanya membeli nasi bungkus saja untuk makan setiap hari, karena aku belum sempat untuk membeli banyak perlengkapan dapur, karena dulunya sudah ada fasilitas dari ibu kos. setelah mas Ryan berangkat kerja, kalau aku belum ada panggilan interview pasti aku di kosan aja. tapi mumpung hari ini pacar si Icha juga udah berangkat kerja, aku ke kamar Icha aja biar gk sendirian. wah, ada yang lagi seneng nih kayaknya... goda si Icha biasa aja deh Cha, sama kayak biasanya kok. sanggahku kalau lagi asik asik jangan kencang kencang dong suaranya, gangguin tetangga yang lagi tidur loh nantinya. omel Icha heheheheh..... kekencengan ya suaranya Cha? tanyaku sambil senyum senyum sendiri iyah, banyak yang denger tauk semalem. tali nih baru yang pertama kali sama si Ryan apa udah yang kesekian nih sama si Ryan. goda si Icha sambil senyum senyum menyelidik yaelah, Icha padahal teman yang paling dekat sama aku. jadi gak mungkin dia gatau, aku kan pasti cerita ke dia tentang semua lelaki yang lagi dekat sama aku. ini tuh buat aku antara Icha lupa atau emang dia gak percaya aja sih. batinku udahlah Cha, kayak gatau aja kamu nanya kayak gitu. eh Cha, selama aku belum beli peralatan dapur, aku boleh gak numpang di kamu ntar semua bahan dapur aku ikut nyumbang deh. tapi kalau aku udah masak, kamu gak usah masak lagi ya.... kalau gak gitu masaknya menu beda beda gitu jadi kalau malam kita makan bareng aja gitu kan enak Cha... gimana Cha?... ocehku iyah boleh boleh aja. jawab icha yaudah, aku mau balik kamar, mau nonton tv sambil tiduran aja. aku pamit ke Icha sambil berlalu keluar dari kamar Icha _____________ Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN