bc

PERNIKAHAN TANPA RESTU IBU

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
sex
family
friends to lovers
sweet
mystery
friendship
spiritual
husband
brothers
sisters
like
intro-logo
Uraian

"Nisa, apakah kamu memang dekat sama Ryan? dan apa kamu ada niatan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius?" pertanyaan dari ayah mas Ryan.

Nisa hanya terdiam sesaat, sambil berfikir sejenak. tak lama kemudian Nisa menjawab, "ya, saya dekat dengan mas Ryan, dan insyaallah kalau mas Ryan berniat untuk ke jenjang yang lebih, saya juga siap." jawab dari Nisa.

seketika ayah Ryan hanya bisa tersenyum getir. senyum yang sebenarnya tak ingin ia tunjukkan namun terpaksa harus dikeluarkan.

Ryan tak henti untuk selalu meyakinkan Nisa kalau kedua orangtuanya benar benar merestuinya. tanpa ragu Nisa menerima permintaan Ryan untuk menjadi istrinya.

Ryan sebenarnya mengetahui kalau orangtuanya tak menginginkan Nisa untuk menjadi menantunya.

tapi entah apa yang membuat Ryan sangat yakin dan tetap percaya untuk berbuat lebih dan menikahi Nisa.

chap-preview
Pratinjau gratis
part 1 INTROGASI DARI ORANGTUA MAS RYAN
Tiba tiba ponselku berbunyi, kuambil ponsel dari kantongku, kulihat dari nomor yang tidak dikenal. Kupencet tombol hijau di benda pipih itu dan kutempelkan pada daun telingaku. Ya, halo... jawabku Halo assalamualaikum, ini nak Nisa ya? Jawab seseorang melalui ponsel disebrang Iya, ini saya. Ini dari siapa ya? Jawabku Ini saya pak Jali ayah dari Ryan. Jawab orang disebrang melalui benda pipih di telingaku Ooohh iya pak, ada apa ya pak? Ada yang bisa saya bantu pak? Jawabku Begini nak Nisa, sekarang lagi sibuk apa tidak ya? Jawab pak Jali Wah kok tiba tiba ayah dari mas Ryan telp aku. Apa ada sesuatu yang mas Ryan bicarakan ke orangtuanya, sehingga beliau langsung hubungi aku. Kataku dalam hati Tidak sibuk kok pak. Kok sepertinya ada yang penting, ada apa ya pak? Jawabku melakui benda pipih di telinga Kalau kamu memang tidak sibuk dan tidak mengganggu waktunya, bapak bisa ketemu nak Nisa gak ya? Soalnya bapak ingin bicara dan curhat sama nak Nisa. Kata pak Jali Ooh iya pak, saya bisa kok. Saya juga tidak sibuk kok. Jawabku Kalau gitu nanti sore jam tiga sore nak Nisa apa bisa kerumah bapak? Tanya pak Jali padaku Bisa pak, jam tiga sore saya akan datang kesana bersama teman saya ya pak, apa boleh pak? Tanyaku Iya boleh kok. Yasudah, nanti sore bapak tunggu dirumah ya... wassalamualaikum Untungnya hari ini aku lagi gak ada panggilan interview dan kegiatan kampus juga lagi libur. Mumpung lagi di kosan, aku ajakin si icha aja deh biar kesananya gak sendirian. Cha, icha.... kamu lagi sibuk gak ntar jam dua cha? Tanyaku sambil jalan ke kamarnya si icha Iya, aku sama icha teman satu kampus bahkan satu kelas. Tempat kos kita juga dekat, aku di pinggir jalan raya sedangkan icha masuk gang dikit. kemana mana kita lebih sering jalan bareng. Bahkan aku sama si icha sudah seperti saudara kandung. Iya sayang, aku hari ini gak ada rencana kemana mana kok. Emang mau ada apa sih? Mau ajakin kemana? Tanya icha Ini cha, aku barusan dapat telpon dari ayahnya mas Ryan nih... aku disuruh datang kerumahnya ntar jam tiga sore, lagian jam tiga sore kan ryan juga belum waktunya pulang jadi aku gak bisa bareng dia dong. Jawabku Memangnya mau ada apa kok kamu diminta kesana? Gak ada apa apakan sama orangtua mas Ryan ataupun sama mas Ryan juga? Khawatir si icha Enggak cha, katanya sih beliau lagi pengen ngobrol aja sama aku, pengen curhat gitu juga. Aku juga gatau apa yang mau diomongin beliau. Jawabku Iya iya nanti aku antar, apasih yang gak buat kamu. Kata si icha Makasih ya icha sayang, tapi enaknya nanti dibawain apa ya buat mereka cha? Aku gak tau nih keluarganya ryan suka apaan. Tanyaku ke si icha Bawain yang simple aja deh, nanti sekalisn jalan beliin roti aja di gerai biasanya. Jawab si icha Iya deh kalau gitu, yaudah aku balik ke kosan dulu ya, nanti jam dua aku kesini jemput kamu oke. Kataku ke si icha sampil berjalan pergi ninggalin kamarnya iycha ******* Aku bangun dari tidur, aku lihat jam di HP sudah mendekati jam dua siang. Aku langsung pergi secepatnya ambil perlengkapan mandi dan aku langsung masuk kamar mandi. Untunglah jam segini anak kos yang lain pada masih tidur kalau gak gitu masih kerja. Coba kalau pagi atau lebih sorean lagi, pasti ya antri. Setelah selesai mandi, pakai baju sederhana ditambah riasan sederhana tidak seperti kalau lagi kerja, karena memang itu tuntutan kerja yang diharuskan berdandan. Aku langsung berangkat ke kosan si icha menaiki motorku. Cha, icha.... udah siap siap belum? Panggilku sambil berjalan menuju kamar si icha. Ya sudah terbiasa kita kalau mau pergi ke kamar siapa gitu panggil sambil berjalan dan sedikit berteriak. Ya karna tempat kos kita adalah kosan yang dibilang bebas. Terkadang si icha bawa pacarnya untuk tidur di kosannya. Takut aja kalau pas gak kita panggil darinkejauhan nanti pas mereka ada kegiatan sendiri. Hehehehe Iya sayang aku tinggal dandan dikit juga udah kelar kok. Kamu sini aja dulu. Jawab si icha Setelah icha bersiap, kita langsung berangkat menggunakan motor, tapi kita mampir ke gerai roti langganan untuk buah tangan. Karena ini baru pertama kalinya aku pergi kerumah Ryan sendiri, dan ini memang baru kedua kalinya aku datang kerumah Ryan. Yang pertama kali itu kemaren waktu antar Ryan dan ibunya dari Rumah Sakit di dekat tempat kerja Ryan. Aku sama si icha berputar putar di dekat rumahnya Ryan, memang aku belum benar benar hafal jalan untuk masuk ke desanya Ryan sih.... Tapi akhirnya kita sampai juga dirumahnya Ryan. Aku letakkan roti bawaanku di meja ruang tamu, dan aku bilang, ini bu ada sedikit oleh oleh. Wah, terimakasih nak. Tapi seharusnya tidak perlu repot repot bawakan roti seperti ini, disini juga tidak ada yang suka roti roti seperti ini. Kata ibunya Ryan Aku hanya terdiam dan tersenyum kecil. Kenapa harus bilang seperti itu sih kalau memang tidak suka. Kalau memang tidak suka, lebih baik berikan ke orang lain saja dan jangan menyakiti orang yang sudah membawa buah tangan apapun itu bentuknya. Kataku dalam hati. Kami semua sama sama berdiam diri, belum ada satu patah katapun dari semuanya untuk beberapa menit. Nak Nisa sehat kan? Tanya pak Jali padaku Alhamdulillah saya sehat wal'afiat pak... bapak sama ibuk bagaimana? Tanyaku kembali Alhamdulillah semua sehat sehat... jawab pak Jali Ooh iya pak, ini teman dekat saya namanya Icha. Icha ini yang sering bersama saya kemana mana. Aku memperkenalkan Icha ke orangtua Ryan Ooh iya, teman kuliah apa teman kerjanya nak Nisa? Tanya pak Jali Teman kuliah pak, jawabku Begini nak Nisa, ada yang bapak ingin tantakan. Apa nak Nisa ini berteman sama Ryan? Ucap pak Jali Iya pak, saya sama mas Ryan berteman. Jawabku Sebenarnya untuk saat ini aku sendiri baru bisa membuka hati untuk ryan. Meskipun belum sepenuhnya aku mempercayai hatiku untuknya. Karena di dalam hati ini masih sangat besar rasa trauma menyelimuti. Trauma untuk percaya kepada lelaki, trauma untuk jatuh cinta, trauma untuk barumah tangga. Sebenarnya aku adalah seorang janda beranak satu. Aku bercerai dengan mantan suami karena perselingkuhan, KDRT, tidak adanya tanggung jawab dia untukku dan anak kami dan dia sudah beraninya merendahkan aku seolah keluargaku tidak akan pernah mau menerimaku lagi dalam kondisi apapun. Aku benar benar terpuruk dan sangat takut akan itu semua. Sampai akhirnya rasa trauma akan itu semua menghantuiku setiap mengenal lelaki manapun. Ini sudah tahun ke empat aku menyandang status janda. Sudah beberapa kali dekat dan menerima lamaran lelaki, lelaki yang memang menjadi teman maupun dijodohkvan oleh orangtuaku. Akan tetapi sikap dan perilaku mereka yang membuat aku selalu tetingat akam rasa sakit yang pernah aku rasakan kembali hadir saat kami hendak menikah. Awal mereka terlihat baik di depanku dan orangtuaku. Tapi sekali mereka berlaku kasar ke anakku ataupun ke aku, itulah yang membuat aku membatalkan rencana pernikahanku. Buat aku, aku menikah bukan hanya mencari suami untuk aku sendiri, namun aku juga mencari ayah sambung yang mau menyayangi putraku seperti anaknya sendiri. Disaat aku menemukan lelaki yang benar benar baik ke aku, keluarga dan anakku, aku benar benar sudah memberikan separuh hatiku untuknya. Namun lagi lagi lelaki itu mematahkannya, selama hampir satu tahun aku mengenalnya sebagai duda beranak satu tiba tiba sebuah kenyataan menamparku kembali. Ternyata dia belum bercerai dengan istrinya, dan saat ini istrinya sedang mengandung ank kedua mereka. Hatiku kembali hancur untuk kesekian kalinya. Aku kembali patah hatindan semakin trauma dengan lelaki. Rasa sakit itu sangat membuatku sulit membuka hati dan percaya dengan lelaki. Sampai akupun merasa apa aku memang tak pantas untuk dicintai, apa aku memang lebih baik hidup sendiri bersma anakku tanpa memiliki pendamping. Sebelum mengenal mas Ryan, aku sudah sering berganti lelaki tanpa status yang jelas. Saat mas Ryan sudah mengenalku, aku juga masih menggandeng lebih dari satu lelaki. Aku tak mau sakit hati lagi sehingga aku merasa lebih baik hidup seperti ini. Kira kira apa ada rencana nak Nisa menjalani hubungan lebih serius dengan Ryan? Tanya pak Jali yang tiba tiba membuyarkan lamunanku akan masalaluku Mmm... insyaallah iya pak. Aku berusaha menjawab dengan kata yang meyakinkan pak Jali meskipun sebenarnya hatiku sendiri belum yakin akan hubunganku dengan mas Ryan. Apa benar nak Nisa seorang janda dan memiliki seorang putra? Tanya pak Jali kembali Iya pak, saya janda dan memiliki seorang putra yang sekarang sudah duduk di bangku TK. Jawabku dengan hatibyang mulai khawatir Orangtua mana yang akan setuju dan terima ketika mengetahui anak lelakinya yang sama sekali belum pernah menikah sedang dekat dengan seorang janda beranak satu. Apalagi saat ini mas Ryan anaknya sedang bekerja di sebuah pabrik besar ternama dengan gaji yang cukup tinggi. Mungkin dalam fikiran orangtua mas Ryan aku dekat dengan mas Ryan hanya karena gaji dan kebaikan yang dimiliki mas Ryan. Fikirku sendiri dalam diam Kalau boleh tau, sudah berapa lama nak Nisa bercerai? Tanya pak Jali yang membuyarkan lamunanku Sudah empat tahunan pak saya menyandang status janda, tapi sebelumnya sudah pisah ranjang dengan mantan suami selama hampir satu tahun. Jawabku lirih sambil mengingat Ooh, terimakasih ya nak Nisa sudah bersedia datang kesini bersama nak Icha. Bapak hanya ingin tau saja sejauh mana hubungan nak Nisa sama Ryan. Ucap pak Jali Saya mengenal mas Ryan sudah beberapa bulan lalu pak. Dengan beberapa bulan itu kami berusaha saling mengenal satu sama lain, dan kami berfikir untuk melanjutkannya ke hubungan yang lebih untuk kedepannya pak. Penjelasanku panjang lebar Sambil malu malu aku menjelaskannya, karena aku tahu dari raut wajah orangtua mas Ryan seperti tidak setuju untuk hubungan kami. Ooh yasudah kalau memang seperti itu. Jawab pak Jali ke aku. Icha hanya duduk terdiam saja di sampingku tanpa ikut berkata apapun. Akhirnya aku berpamit untuk kembali pulang bersama Icha kepada pak Jali. Sesampainya di kamar kos Icha, aku hanya duduk termenung. Tiba tiba sedikit demi sedikit air mata menampakkan diri di pelupuk mata. Icha yang ada di dekatnya hanya melihatku dan sesekali jari tangannya menyentuh lenganku berusaha menenangkan. Saat Icha berusaha menenangkan air mata terjatuh juga dipipi. Air matabyangbsudah tak bisa lagi kubendung tiba tiba tumpah juga. Sambil menangis sesenggukan aku meracau, apa memang aku gak pantas untuk lelaki manapun cha. Aku lebih baik membesarkan anakku sendiri dengan dukungan orangtuaku saja cha. Mas Ryan terlalu baik jadi dia gak pantas buat jadi pendampingku. Kenapa mas Ryan gak pergi aja dari jauh jauh hari cha. Kenapa dia tetap aja kukuh untuk mendekati aku. Padahal aku juga sudah sering berkata kasar bahkan aku sudah pernah gabisa kasih hatiku buat dia. Kenapa cha, kenapa? Sudahlah sayang, kamu itu gak sejelek itu kok. Kamu itu perempuan yang baik, cantik, perceraianmu bukanlah salahmu sayang. Ucap Icha berusaha menenangkanku Apa kamu sudah bilang atau tanya ke mas Ryan tentang orangtuanya yang memintamu datang kerumahnya sayang? Tanya Icha Belum Cha, aku belum bilang apa apa tentang hari ini ke mas Ryan. Jawabku Sudah, sekarang tenangin dulu diri kamu disini nantik coba bicarakan baik baik dengan mas Ryan tentang orangtuanya dan hubungan kalian kedepannya. Ucap Icha Aku tiduran disini dulu ya cha, boleh kan? Tanyaku ke Icha Ya boleh dong. Jawab Icha ***** Tiba tiba ponselku berbunyi saat aku masih tertidur di kamar Icha. Aku buka mata dengan sedikit malas, aku lihat ada panggilan WA dari mas Ryan. Halo Nisa, kamu lagi dimana? Tanya mas Ryan Kenapa mas, memangnya kamu lagi dimana mas? Tanyaku kembali sambil rebahan di kasur Ini aku ada di depan pagar kosan kamu, aku intip dari pagar kok motor kamu gak ada sih, aku panggil panggil juga kamu gak jawab apa apa. Kamu ada dimana? Jawab mas Ryan menjelaskan Ooh iya mas, tunggu sebentar aku bentar lagi sampai di kosan kok. Ini aku barusan dari kosannya si Icha. Tunggu aja bentar disitu mas. Aku jawab sambil berjalan mau balik ke kosanku Tanpa pamit aku hanya berbicara di HP sambil melihat ke Icha, dia sudah paham dengan tatapanku seolah berpamitan. Icha pun hanya menganggukkan kepala Sampai di kamar kosanku, mas Ryan langsung keluarin sesuatu dari tasnya. Makanan ringan yang dia beli untuk kakaknya tapi dia juga belikan buat aku. Mas, duduk dulu deh... ada yang ingin aku tanyakan ke kamu mas. Kataku sambil menepuk lantai untuk mas Ryan duduk Ada apa? Tanya mas Ryan Begini mas, kamu kan sudah tau status aku. Kamu kan juga sudah tau semua tingkah jelekku mas. Aku bukan perempuan yang benar benar baik mas buat kamu. Aku juga gak mau membebani kamu dengan tanggungjawab akan anakku mas. Ocehku sambil menahan tangis Aku berusaha berbicara dengan mas Ryan dengan tegar, agar dia tak tau kesedihan yang hadir Lagipula orangtua mas Ryan juga gak mungkin setuju mas Ryan sama aku. Kalau memang orangtua mas Ryan gak setuju lebih baik mas Ryan pergi dari hidup aku sebelum aku benar benar jatuh hati sama mas. Ocehku lagi Aku memang sudah tau dengan status kamu dan semua tanggung jawab yang harus aku tanggung jika aku bersama kamu. Tapi apa salah kalau aku mau menerima itu semua? Kalau tentang orangtuaku, aku lebih paham mereka, mereka juga sudah menyerahkan semua keputusan ke aku kok. Kamu gaperlu ngomong yang aneh aneh seperti ini lagi Nisa. Jawab mas Ryan berusaha menenangkanku Yang penting, sekarang kamu fokus aja buat hidup kamu sama anak kamu Sa. Gimana apa sudah dapat pekerjaan baru Sa, atau kamu sudah taruh lamaran kerja kemana lagi hari ini. Ucap mas Ryan berusaha mengalihkan pembicaraanku Gak mas, hari ini belum ada panggilan kerja dan aku juga belum taruh lamaran kemana mana lagi mas. Jawabku Ooh berarti seharian tadi kamu cuman dikosan sama di kosnya Icha aja ya? Tanya mas Ryan seperti menyelidik Aku tadinya hanya di kosan aja mas, tapi tiba tiba ayah mas Ryan menelpon dan memintaku datang kerumah mas, akhirnya aku ke kosan Icha buat ajakin kerumah mas. Jawabku Apa aja yang dibicarakan orangtuaku ke kamu tadi Nisa? Tanya mas Ryan Mereka gak bicara apa apa sih mas, cuman tanya apa aku sama mas ada rencana buat hubungan yang serius. Jawabku Terus? Tanya mas Ryan Ya aku jawab aja iya mas. Hehehehe jawabku sambil terkekeh Ya semoga saja kamu beneran bicara itu dari hati kamu ya Nisa. Kata mas Ryan Insyaallah mas, kalau memang orangtua mas setuju ya aku mau terusin mas. Tapi kalau orangtua mas gak setuju, lebih baik secepatnya kita sudahi saja. Jawabku Jangan ngomong seperti itu Sa, sebaiknya kita berdoa saja semoga hubungan kita baik baik kedepannya. Kata mas Ryan kamu sudah makan apa belu Nisa? tanya mas Ryan belum mas, tadi aku habis dari rumahnya mas aku langsung antar Icha ke kosannya dan aku ketiduran di kamar Icha mas. aku bangun karena mas telpon itu tadi. jawabku yasudah sekarang kita cari makan dulu aja yuk. ajak mas Ryan iya mas, jawabku sambil memakai jaket lagi ingin makan apa nih kamu? tanya mas Ryan apa aja deh mas boleh, yang di dekat sini aja. jawabku oke, akhirnya kita memilih makan di warung dekat kosan. disitu ada menu tahu telur, tahu bumbu, tahu lontong. kamu nanti mau pulang apa mau tidur di kosan aja Sa? tanya mas Ryan aku tidur kosan aja deh mas, gak enak kalau sekarang aku sering pulang tapi ntar kalau udah dapat kerja aku malah jarang pulang. ntar orang rumah jadi atu kalau aku gak kerja mas, mereka jadi kepikiran sama aku nantinya. jawabku yaudah buruan habisin makannya, nanti aku antar balik ke kosan. ucap mas Ryan sampai di kosanku, mas Ryan gak langsung pulang. dia malah rebahan diatas kasur kamarku sambil lihatin ponselnya entah apa yang dibayangkan. aku duduk diujung kasur samping tembok. mas Ryan hanya sesekali melihatku tanpa bertanya apa apa lagi mas, bagaimana kalau aku pindah kosan aja? tanyaku ke mas Ryan kenapa pindah kos Sa? tanya mas Ryan balik kos disini mahal mas, dulu kan memang bukan aku mas yang mau bayar, dadn kalau aku terus disini pasti mereka dengan mudah datang kesini. jawabku terus kamu mau pindah kemana? tanya mas Ryan balik aku sih pengennya kos di tempatnya si Icha aja mas. disana gak terlalu mahal juga mas, lagian kan juga enak kalau ada apa apa ada icha. aku jadi gak sendirian, aku ada temannya. jawabku ya kalau aku sih terserah kamu aja Sa, yang terpenting kamu nyaman aja. jawab mas Ryan rencananya sih mas, kosan imi kan baru aku tempati beberapa hari setelah bayar kos bulan ini. kalau mau aku tinggalin langsung kan juga sayang mas uangnya. ya.... meskipun aku gak ikut bayar sih.... kosan disini mau aku lempar kos aja mas terus aku juga udah dapat transfer uang buat bayar kos bulan depan mas, jadi bisa aku pakai buat bayar kos yang baru dan buat beli perbotan baru. soalnya perabotan disini kan sebagian milik ibu kos mas. jawabku panjang lebar semua terserah kamu aja Nisa, yang kamu rasa terbaik aja buat semua dan buat kamu nyaman aja. jawab mas Ryan Yasudah kalau gitu, aku pulang dulu ya Nisa... kamu istirahat, jangan berfikit yang aneh aneh lagi. Nanti kalau sudah dirumah aku akan langsung hubungi kamu. mas Ryan pulang tinggalin aku sendirian di kosan seperti biasanya. Bersambung

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.1K
bc

Kali kedua

read
221.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.4K
bc

TERNODA

read
201.4K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
2.1K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook