hallo readers....
jangan lupa follow sosmed aku ya....
ig : ariani_augus
fb : ariani augus
jangan lupa juga tinggalin jejak ya...
follow, like, komen, share
komen kalian akan menjadi pertimbangan untuk kelanjutan cerita ya guys...
happy reading.....
Ryan adalah seorang laki-laki yang baru arin kenal sebagai pelanggan di warung yang pernah ditempati arin.
Arin bekerja sebagai seorang Sales Promotion Girl sebuah produk kopi ternama di indonesia.
Saat arin sedang bekerja dan ditempatkan di sebuah warung yang terletak di samping sebuah pabrik karoseri terbesar di kotanya. Arin merasa sudah membuatkan semua kopi pesanan segerombolan karyawan pabrik tersebut. Arin mengajak segerombolan pelanggan muda itu untuk berkenalan.
Karena memang itulah laporan yang harus arin serahkan kepada kantornya, harus bisa mendapatkan data dan foto pelanggan di warung tersebut.
Setelah berkenalan dan meminta foto, arin tidak langsung pergi dari gerombolan karyawan tersebut. Arin melanjutkan ikut berbinbang-bincang dengan mereka yang karena hoby arin dan beberapa laki-laki tersebut sama, yaitu hiking.
Karena mereka memiliki kesamaan, akhir nya salah satu laki-laki yang bernama ryan meminta nomer whatsapp milik arin. Barangkali mereka bisa mengadakan agenda hiking bersama kedepannya.
Sejak itu, ryan dan arin menjalin pertemanan. Mereka juga sering jalan-jalan bersama teman-teman kuliah arin.
Tanpa arin ketahui, ternyata ryan menaruh hati kepada arin. Arin memang hanya menganggap ryan sebagai sahabat atau kakak saja karena arin sendiri sudah memiliki pacar yang bernama ahmad.
Ahmad adalah pacar arin yang arin kenal di warung tempat arin ditugaskan beberapa bulan lalu. Ahmad adalah seorang pengawas proyek perumahan besar, yang kantornya terletak di surabaya.
"Nisa, apakah kamu memang dekat sama Ryan? dan apa kamu ada niatan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius?" pertanyaan dari ayah mas Ryan.
Nisa hanya terdiam sesaat, sambil berfikir sejenak. tak lama kemudian Nisa menjawab, "ya, saya dekat dengan mas Ryan, dan insyaallah kalau mas Ryan berniat untuk ke jenjang yang lebih, saya juga siap." jawab dari Nisa.
seketika ayah Ryan hanya bisa tersenyum getir. senyum yang sebenarnya tak ingin ia tunjukkan namun terpaksa harus dikeluarkan.
Ryan tak henti untuk selalu meyakinkan Nisa kalau kedua orangtuanya benar benar merestuinya. tanpa ragu Nisa menerima permintaan Ryan untuk menjadi istrinya.
Ryan sebenarnya mengetahui kalau orangtuanya tak menginginkan Nisa untuk menjadi menantunya.
tapi entah apa yang membuat Ryan sangat yakin dan tetap percaya untuk berbuat lebih dan menikahi Nisa.
di sebuah desa pinggiran kota ada salah satu keluarga yang berawal dari kehidupan sederhana.
(awal mula pernikahan orangtua cytra)
ibunya Cytra bernama Bu. Hani, dan beliau berasal dari pedasaan yang terletak di kaki gunung. Bu Hani adalah seorang gadis yang hanya tamat sekolah SD. Bu Hani setiap hari membantu orangtuanya membuka dan berjualan di warung sederhana di sebuah tempat wisata. tempat wisata yang berada dibawah kampung rumahnya.
sedangkan ayahnya Cytra berasal dari desa pinggiran kota. ayah Cytra yang biasa dipanggil Pak Ando. Pak Ando adalah seorang guru pramuka di sebuah sekolah.
Pak Ando sangat sering membuat kegiatan pramuka di tempat wisata tempat Bu Hani berjualan. dari situlah awal mula perkenalan Pak Ando dan Bu Hani.
setelah sekian lama mereka berkenalan dan berpacaran, akhirnya Pak Ando dan Bu Hani menikah. tetapi pernikahan tersebut hanya diadakan di KUA desa tempat Pak Ando tinggal. di pernikahan mereka yang hadir hanyalah ayah dari Bu Hani dan saksi yang sudah disiapkan oleh Pak Ando. ternyata pernikahan itu sebenarnya tidak disetujui oleh ibunya Bu Hani.
tidak lama setelah menikah, mereka mempunyai seorang putri pertama yang diberi nama Fitri. tetapi karena sebuah alasan, Fitri diminta untuk tinggal dirumah neneknya yang berada di kaki gunung dan dibesarkan kakak Bu Hani disana. dan 3 tahun setelah kelahiran Fitri, mereka mempuyai seorang putra yang diberi nama Fian. setelah 6 tahun kelahiran Fian, mereka mempunyai putri kembali dan diberi nama rinjani.
kedua putra putri inilah yang akan dibesarkan Bu Hani dan Pak Ando sendiri dirumah mereka. mereka sekarang tinggal dirumah orang tua Pak Ando karena ayah Pak Ando sudah meninggal setelah 2 tahun mereka menikah.
Nadin yang memilih menikah di usia remaja karena ada sebuah rasa yang selalu menghantui di dalam keluarganya. Sejak kecil Nadin sering melihat keributan kecil maupun keributan besar di dalam keluarganya. Sehingga membuat Nadin ingin sekali bisa keluar dari rumah orangtuanya. Akan tetapi alasan apa yang bisa membuatnya keluar dari rumah itu, sedangkan kerja di luar kotapun ia tak direstui oleh orangtuanya. Akhirnya Nadin memutuskan untuk menikah setelah lulus dari bangku SMK.
Nadin yang rela berkorban demi keutuhan keluarganya, dia hanya memikirkan kebahagiaan suami dan anak semata wayang mereka. Nadin rela bekerja dari pagi sampai larut malam, sedangkan suaminya hanyalah seorang pengangguran yang hobby kluyuran dan tak mau menjaga anaknya. Nadin berusaha menahan segala yang terasa sesak karena perlakuan suaminya tapi tetap saja dia hanyalah seorang manusia biasa yang masih sering terbatas kesarabarannya.
Di pernikahan ke 2, Nadin mendapatkan suami yang jauh lebih baik dari suami yang pertama. Akan tetapi ada sedikit yang membuat kedua suami Nadin terlihat sama meski itu sudah tak jarang terjadi.
Terlihat Nadin lebih bahagia, lebih tegas meski terkadang masih terlihat lemah terhadap keadaan. terkadang Nadin merasa lebih beruntung memiliki suami yang sekarang dan terkadang masih terasa sama saja.