PERTEMUAN TAK DISENGAJA
BAB 1
KUBALAS HINAAN MERTUAKU DENGAN KESUKSESAN
"Hallo assalamualaikum mas...." ucap arin menjawab panggilan dari benda pipih yang dia tempelkan di telinganya
"Iyah, waalaikumsalam rin. Kamu lagi dimana rin?" Jawab seseorang melalui sambungan telepon yang terhubung dengan arin
"Ini aku lagi dijalan sama orangtua aku mas. Ada apa ya mas?" Ucap arin melalui sambungan telepon
"Gini rin, aku mau minta tolong bisa gak?" Jawab seseorang diseberang panggilan
"Minta tolong apa nih mas? Insyaallah selama aku bisa pasti aku tolongin mas." Jawab arin melalui sambungan telepon
"Aku mau minta tolong pinjam charger HP kamu dan tolong anterin ke rumah sakit ya rin." Ucap seseorang diseberang panggilan
"Bisa sih mas, kebetulan aku juga mau berangkat ke kosan kok bentar lagi. Memang siapa yang sakit mas, dan di rumah sakit apa?" Tanya arin kembali
"Kamu ke rumah sakit prima husada ya rin, nanti langsung aja kamu ke lantai dua ke kamar nomor 30." Jawab seseorang di seberang panggilan
"Iyah mas, ini aku udah dekat dari rumah aku. Setelah sampai rumah aku langsung berangkat kesana ya." Ucap arin melalui panggilan telepon
"Iya rin, hati-hati ya. Gak perlu buru-buru juga" jawab seseorang di seberang panggilan
"Iya mas, assalamualaikum" ucap arin melalui panggilan telepon
"Iya, waalaikumsalam...." jawab seseorang tersebut.
Dan panggilanpun langsung berakhir.
"Siapa rin yang barusan telpon kamu itu? Kok kamu sebut-sebut rumah sakit gitu." Tanya bu ipah, ibunya arin
"Ini bu, si mas ryan barusan yang telepon. Dia minta tolong sama aku buat antarin charger HP ke rumah sakit. Aku juga gak tau bu siapa yang sakit. Soalnya mas ryan pas aku tanyain siapa yang sakit, dia juga gak jawab bu." Jawab arin
"Oallah, apa mungkin ryan sendiri yang sakit rin" ucap bu ipah
"Semoga saja bukan ya bu, semoga saja mas ryan baik-baik saja." Harapan arin
"Amiin, semoga saja ya rin" jawab bu ipah
"Ayah, ibu, nanti sesampainya dirumah, arin langsung berangkat ke kosan sekalian mampir kerumah sakit dulu ya. Arin pengen istirahat dulu nanti di kosan sebelum besok kembali kerja lagi." Ucap arin
"Iya rin, yang penting jangan buru-buru dan hati-hati di jalan aja ya pesan ayah" pesan pak handoko ayahnya arin
"Iya yah" jawab arin
Sepuluh menit kemudian akhirnya mereka sampai di rumah mereka. Pak handoko memarkirkan mobil terlebih dahulu baru kemudian arin bergegas turun dari mobil dan langsung masuk kerumah sambil berlari kecil.
Tak dipungkiri arin merasa sedikit cemas setelah menerima telepon dari ryan tadi.
Setelah memasuki rumah, arin langsung bergegas masuk kedalam kamarnya, dan langsung mengambil tas yang sudah disiapkannya sebelumnya.
Arin langsung berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk berangkat ke kosannya.
Setelah berpamitan, arin meraih punggung tangan kedua orangtuanya dan menciumnya. Arin langsung menuju ke tempat motornya terparkir. Arin langsung mengenakan helmnya dan menyalakan mesin motornya.
Arin langsung melajukan motornya menuju ke rumah sakit yang telah dibilang oleh ryan tadi.
Setelah tiga puluh menit arin mengendarai motornya, akhirnya arin sampai juga di rumah sakit prima husada. Arin langsung berjalan menuju tempat informasi dan menanyakan tempat perawatan atas nama ryan pratama.
Setelah mendapatkan petunjuk dari petugas informasi, arin langsung bergegas menuju ruangan yang telah disebutkan oleh petugas informasi.
Setelah sampai di kamar rawat ryan, arin langsung melontarkan beberapa pertanyaan kepada ryan.
Setelah arin menanyakan beberapa pertanyaan ke ryan, tiba-tiba arin dikagetkan dengan kedatangan kedua orangtua ryan.
Arin langsung meraih punggung tangan kedua orangtua ryan dan menciumnya.
Arin memperkenalkan dirinya kepada kedua orangtua ryan.
"Bapak, ibuk, saya arin temannya mas ryan. Ucap arin
Tanpa menjawab apapun kedua orangtua ryang hanya menganggukkan kepala mereka sambil tersenyum.
"Bapak sama ibuk sudah datang kesini dari tadi?" Tanya arin basa basi
"Enggak kok nak, kami kesini baru pukul 09:00 tadi." Ucap bapaknya ryan, pak ali
Arin memang belum pernah bertemu dengan keluarga ryan sama sekali. Karena memang mereka baru kenal dalam beberapa bulan belakangan ini.
"Selamat siang pak ryan, dokter sudah datang dan pak ryan dipersilahkan masuk ke ruang operasi. Mari pak, saya antarkan." Ucap seorang perawat yang masuk ke kamar rawat ryan.
Ryan hanya menjawab dengan menganggukkan kepala saja.
"Untuk keluarga pak ryan, bisa mengurus beberapa berkas di tempat pendaftaran terlebih dulu. Setelah itu bisa menunggu pasien di depan ruang operasi." Ucap perawat tersebut kepada arin dan kedua orangtua ryan
Arin dan kedua orangtua ryan hanya menganggukkan kepala secara bersamaan.
"Rin, tolong ya kamu yang urus semuanya ya. Itu dompet aku di tas kecil kamu bawa aja semua surat-surat ada di tas kecil dan dompet aku. Aku juga minta tolong antar ibuk aku beli baju dan beberapa keperluan beliau menggunakan atm yang ada di dompet itu. Pin atm sudah aku kirim di pesan whatssapp kamu." Pesan ryan kepada arin
"Iya mas, kamu tenang aja, orangtua kamu aku yang temenin kok. Aku juga tungguin di rumah sakit sampai nanti kalau kamu sudah memungkinkan buat ditinggal." Jawab arin
"Heii, rin, aku tuh gak kenapa-kenapa kok. Gak ada sakit yang serius yang aku hadapi. Hanya mata aku aja yang ada sedikit gangguan waktu di tempat kerja tadi. Jadi kamu gak perlu khawatirin aku ya. Ucap ryan sambil memegang pergelangan tangan kanan arin.
Arin menjawab hanya dengan mengganggukkan kepala.
"Ibuk, bapak, kalian langsung antar mas ryan masuk ke ruang operasi saja ya, biar yang lainnya saya yang mengurus. Yang penting bapak sama ibuk temenin mas ryan saja." Ucap arin kepada kedua orangtua ryan.
"Makasih ya nak, sudah membantu kami." Ucap pak ali
"Sama-sama pak." Jawab arin
Arin langsung bergegas menuju tempat pedaftaran untuk mengurus berkas-berkas ryan yang masih kurang. Setelah semua berkas ryan lengkap, arin langsung menyusul kedua orangtua ryan di depan ruang operasi.
Lima belas menit kemudian, ada seorang laki-laki yang tiba-tiba menghampiri mereka. Ternyata itu adalah kakak pertama ryan yang bernama ipul.
Mas ipul berbincan-bincang dengan kedua orangtuanya.
"Sudah lama buk, ryan masum ruang operasinya?" Tanya mas ipul kepada orangtuanya
"Sudah setengah jam yang lalu ryan masuk ruang operasi." Jawab bu wati, ibunda ryan.
"Yasudah kalau gitu kita ke kantin saja, isi perut dulu. Nanti setelah makan baru kesini lagi, mungkin ryan juga pas sudah keluar." Ajak mas ipul
"Ayo nak arin, ikut juga ke kantin." Ajak pak ali
Arin menganggukkan kepalanya. Arin langsung berjalan dibelakang keluarganya ryan.
Sesampainya di kantin, arin dan keluarganya ryan memesan pesanan masing-masing. Sebelum pesanan mereka datang, mereka berbincang-bincang sejenak.
Sepuluh menit kemudian, semua makanan yang mereka pesan, satu persatu datang.
Akhirnya mereka semua melanjutkan kegiatan makan siang mereka.
Setelah semua makanan dipesan habis tak bersisa, mereka semua kembali ke depan ruang operasi ryan.
Sesampainya di depan ruang operasi ryan, ternyata ryan masih belum keluar.
Setelah mereka semua menunggu, tiga puluh menit kemudian tiba-tiba pintu ruang operasi dibuka dari dalam.