BERBELANJA

1158 Kata
BAB 2 KUBALAS HINAAN MERTUAKU DENGAN KESUKSESAN "Keluarga pak ryan" ucap seorang karyawan yang membuka pintu ruang operasi Kedua orangtua ryan meju mendekati perawat tersebut. "Alhamdulillah operasi yang dijalani pak ryan berhasil berjalan dengan lancar. Maaf menunggu lama, karena pak ryan baru saja terbangun dari efek obat biusnya. Pak ryan akan langsung saya antar ke kamar rawatnya kembali. Untuk pihak keluarga, tolong langsung menuju apotek untuk menebus resep ini dan nanti obatnya langsung diserahkan ke ruang perawat di dekat kamar rawat pak ryan." Ucap seorang perawat sambil menyerahkan selembar resep. Arin langsung maju mengambil selembar resep yang diserahkan oleh perawat tersebut. "Ibuk, bapak sama mas ipul langsung ikut perawat aja ke kamarnya mas ryan. Untuk obatnya mas ryan biar saya saja yang ambil." Ucap arin kepada kedua orangtua ryan dan mas ipul Mereka semua mengangguk bersamaan dan mengucapkan terima kasih hanya melalui tatapan mata mereka. Meski tak secara langaung terucap, tapi arin bisa membaca ungkapan tersebut Arin langsung bergegas ke apotek rumah sakit untuk menebus obatnya ryan. Sedangkan yang lain langsung mengikuti perawat untuk membawa ryan kembali ke kamar rawatnya ryan. Dan setelah arin menebus obat, arin langsung menyerahkannya ke ruang perawat di dekat kamar rawat ryan. Setelah dari ruang perawat, arin langsung masuk kembali ke kamar rawat ryan. "Terimakasih ya rin, kamu sudah membantu keperluanku disini." Ucap ryan saat melihat arin memasuki kamar rawatnya. "Sama-sama mas, santai aja kali mas." Jawab arin "Kira-kira kapan mas boleh pulangnya?" Tanya arin "Gak lama kok rin, mungkin nanti juga sudah boleh pulang." Jawab ryan "Terus itu matanya bagaimana mas? Apa sudah kerasa lebih baik dari sebelumnya?" Tanya arin "Alhamdulillah udah enakan rin, mungkin nanti juga sudah boleh dibuka. Gimana rin, tadi kamu udah antarin ibuk aku belanja belum?" Tanya ryan balik "Belum mas, tadi kami masih pengen nungguin mas selesai operasi dulu biar kita lebih tenang." Jawab arin "Yasudah, bentar lagi tolong kamu anterin ibuk aku dulu ya. Kasihan ibuk gak bawa baju." Ucap ryan "Iya mas, pasti aku antar kok." Jawab arin "Ryan, bapak sama mas ipul pulang duluan saja ya. Ibuk kamu biar disini dulu temenin kamu. Bapak mau lihat sawah dulu. Ucap pak alu berpamitan "Iya pak, aku juga gak apa-apa kok. Gak ada yang perlu dikhawatirkan." Jawab ryan Pak ali dan mas ipul menganggukkan kepala, kemudian berpamit kepada arin dan bu wati Arin meraih punggung tangan pak ali dan mas ipul, kemudian mencium punggung tangan keduanya. Kemudian pak ali berjalan keluar meninggalkan kamar rawat ryan. "Mas, aku tinggal antar ibu kamu belanja dulu ya" pamit arin kepada ryan "Iya rin, ajak aja ke butik sekalian rin. Terus ajak juga ke swalayan biar ibu belanjanya puas." Jawab ryan "Aku mah ngikut aja mas, kemanapun ibu kamu mau diantar pasti aku antar." Ucap arin "Iya rin, aku percaya kok sama kamu. Gak salah kalau aku minta tolong kamu buat kesini memang." Ucap ryan sambil menyunggingkan senyuman "Biasa aja mas, mari bu saya antar ibu belanja kebutuhan ibu untuk disini. Ibu juga gak bawa baju ganti kan pastinya." Ucap arin Bu wati hanya menganggukkan kepala dengan wajah datarnya. "Assalamualaikum mas, aku tinggal dulu, kamu tidur aja dulu mas." Pamit arin "Waalaikumsalam, iya rin, hati-hati ya rin." Jawab ryan Arin dan bu wati meninggalkan kamar rawat ryan. Rencana ryan benar-benar berhasil. Ryan memang sudah merencanakan pertemuan arin dengan kedua orangtua dan kakaknya. Ryan yang dari awal berkenalan dengan arin memang ryan sudah menaruh hati kepada arin. Tetapi ryan belum menyampaikan isi hatinya tersebut kepada arin, karena ryan tau kalau arin masih mempunyai pacar yang amat arin cintai yang bernama ahmad. (Pov. Ryan) setelah arin dan bu wati keluar meninggalkan ryan sendirian di kamar rawatnya. Gak salah memang kalau aku mendekati arin. Aku percaya arin sebenarnya perempuan yang baik, lembut, dan penyayang. Entah kenapa dari awal berkenalan dengan perempuan itu hatiku bergetar dan seolah ada yang membisikiku kalau arin adalah jodoh yang tuhan kirimkan untukku. Saat pertama kalinya aku mengajak arin untuk jalan-jalan berdua, arin menceritakan kisah rumah tangganya di masalalu. Saat arin bercerita, nampak arin berusaha membendung air mata yang ingin jatuh dari pelupuk matanya. Arin adalah seorang janda muda yang mempunyai seorang anak laki-laki berusia lima tahunan. Sungguh malang nasib perempuan sebaik arin. Dia harus berpisah dengan suaminya karena perilaku KDRT dari suaminya yang tukang selingkuh dan pemalas itu. Arin juga menceritakan tentang beberapa laki-laki yang pernah dekat dengan dia sebelum ini. Saat setelah bercerai dengan mantan suaminya, arin melanjutkan studi di sebuah universitas swasta dan arin juga mengambil kuliah yang jadwalnya bisa dijalankan sambil bekerja. Saat itu arin dekat dengan seorang pria. Pria yang arin kenal di sebuah organisasi hiking yang arin ikuti. Pria itu usianya sepuluh tahun diatas arin. Saat arin sudah menjalin hubungan serius dengan pria itu, dan mereka akan melakukan pertunangan ternyata arin sadar kalau pria itu sangat perhitungan dan lagi ternyata dia bersifat kasar kepada danial putra semata wayang arin. Setelah menjalin hubungan dengan pria itu, arin dijodohkan dengan adik ipar dari saudara ayahnya. Usia pria itu lima tahun diatas arin, dan dia juga seorang pria yang bekerja sebagai security. Tapi lagi-lagi hubungan arin dengan pria itu kandas setelah menjalankan pertunangan. Padahal pernikahan mereka sudah tinggal sebentar lagi, dan arin baru mengetahui kalau pria itu juga mempunyai sikap kasar. Akhirnya arin memilih untuk menyudahi hubungan mereka sebelum mereka melanjutkan ke jenjang pernikahan dan arin takut KDRT yang dulu pernah dia terima akan terjadi lagi kepadanya. Setelah arin dekat dengan seorang security itu, arin dekat dengan seorang duda tampan yang usianya juga lima tahun diatas arin. Arin berfikir, mungkin memang tak seharusnya arin berhubungan dengan pria-pria perjaka karena mengingat statusnya sendiri yang seorang janda dengan anak satu. Beberapa bulan arin dekat dengan pria duda itu, akhirnya arin mencurigai ada sesuatu yang pria itu sembunyikan dari dari arin. Benar saja ternyata pria itu masih memiliki istri dan status mereka masih sah sebagai suami istri. Karena arin dulunya diselingkuhi oleh suaminya, maka dari itu arin memilih meninggalkan pria tersebut karena arin tak ingin menyakiti hati perempuan lain dan anak pria tersebut. Dari situlah aku meyakini kalau arin sebenarnya perempuan yang berhati baik. Setelah menjalin hubungan dengan pria-pria itu, arin benar-benar merasa kalau lebih baik dia sendiri. Tak berfikir untuk menikah lagi. Aku rasa arin sudah benar-benar merasa trauma karena kedekatannya dengan mereka yang membuat dia teringat malalunya dan takut akan hal itu terjadi kembali. Saat ini arin memang sedang dekat dengan beberapa pria muda. Arin juga bercerita kalau menjalin status pacaran dengan ketiga pria tersebut. Namun diantara pria-pria tersebut, hanya satu pria yang arin cintai. Pria itu yang bernama ahmad. Ahmad adalah seorang pengawas proyek perumahan besar di pusat kota. Ahmad berkenalan dengan arin juga saat arin bekerja sebagai SPG di warung dekat proyeknya ahmad. Tapi semoga arin dan ahmad akan berpisah baik-baik tak seperti beberapa pria yang sebelumnya. Semoga arin juga akan sadar dengan perasaan yang aku simpan untuknya saat ini. Semoga arin akan menjadi pendampingku. Ryan melamunkan seorang arin yang baru dia kenal beberapa bulan lalu. Setelah cukul lama ryan melamun, akhirnya ryan tertidur juga.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN