Bab 44. Kesepakatan yang Gagal

1100 Kata

Sudah seminggu sejak mereka keluar dari kantor polisi. Waktu yang terasa ganjil, seperti jeda panjang dalam hidup yang biasanya berjalan cepat. Di apartemen mungil itu, pagi menyapa dengan cahaya lembut dan aroma roti panggang yang samar. Meysa membuat sarapan kecil untuk dirinya dan Jo pagi ini. Wanita roti panggang mentega, omelet, dan sayur seperti kesukaan Jo. Jo mengenakan kemeja biru muda, rambutnya yang sedikit berantakan ia rapikan sekadarnya di depan cermin. Ini pertama kalinya ia kembali bekerja setelah semua kekacauan yang terjadi. Tangannya sempat terhenti saat merapikan dasi—seolah-olah ada yang terasa berat untuk meninggalkan rumah hari ini. Dari arah dapur, suara lembut Meysa memecah keheningan. “Kamu yakin gak mau ambil cuti satu hari lagi?” Jo menoleh, lalu tersenyum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN