Bab 10. Kamu Masih yang Ternikmat

1095 Kata

“Oke-oke. Aku pulang, ya,” ucap Jo. “Iya. Udah sana.” Meysa mengantar pria itu sampai ke ambang pintu. Jo kembali memutar posisi tubuh, lantas mengulurkan tangannya demi mengusap ubun-ubun Meysa dengan lembut. Ia kembali mendekatkan wajah pada wanita itu dan menyematkan kecupan di keningnya. Tepat saat itu, Damian yang melihatnya mulai kehilangan kendali. “Apa yang kalian lakukan?” katanya. Meysa dan Jo sontak menoleh. Keduanya menatap Damian yang berdiri di ambang pintu kamarnya, kemudian disusul oleh Rose yang buru-buru menyenggol lengan sang suami. “Mas, kamu apa-apaan, sih?” katanya. Damian bergeming. Ia masih menatap nyalang pada Jo dan Meysa yang tampak tenang. Saat kemudian senyum Jo terkembang dan ia pura-pura tidak masalah dengan teguran yang dilayangkan adik iparnya itu. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN