Bab 11. Maaf, Aku Mau

1333 Kata

“Aarrghh ….” Damian mengerang panjang ketika telah sampai di puncak. Pria itu memejam dan membayangkan kehangatan tubuh Meysa dalam dekapannya. Untung saja, bibirnya tidak menggumamkan nama wanita yang dulu begitu ia cintai itu. Kalau tidak, Rose pasti akan marah besar. Pria itu memeras semuanya di dalam tubuh sang istri, hingga kemudian lemas di lantai bersama Rose. Damian menyipitkan mata demi melirik bayangan Meysa yang tampak berlalu dari balkon di sebelahnya. “Pasti dia sudah basah,” batinnya. Senyum pria itu terbit begitu tahu jika ia berhasil membuat wanita itu terbayang-bayang. Sementara Rose yang ikut lemas menoleh ke arah sang suami. Benar, sepertinya Damian uring-uringan karena hal ini. Baiklah, semuanya sudah selesai. Ia berharap suaminya bisa kembali ke mode cuek seperti b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN