Cahaya matahari yang menyusup melalui kaca gedung menyinari meja rapat panjang yang dipenuhi dokumen, laptop, dan gelas kopi. Beberapa karyawan sibuk menyalin catatan, sebagian lagi menatap layar presentasi yang menampilkan grafik performa terbaru. Rose berdiri di depan, memimpin jalannya rapat dengan gaya tegas seperti biasa. "Baik. Progress minggu ini sudah sesuai target. Untuk divisi marketing, saya ingin strategi baru dua hari lagi. Finance, pastikan laporan akhir bulan clear sebelum deadline," ucap Rose, suaranya lantang dan tegas. Jo duduk di ujung meja. Sesekali mencatat sesuatu, tapi sebagian besar waktu ia hanya memperhatikan Rose sambil tersenyum kecil. Wajahnya pucat, jelas tidak sedang dalam kondisi terbaik. Tangan kirinya memegangi perut seperti sedang menahan sesuatu, tapi

