Hanya dalam waktu 10 menit, Widi dan Burhan sudah sampai di kediaman Burhan. Rini yang sedang menyuapi Gilang, berdiri menyambut kedatangan Widi dengan Azam dalam gendongan. “Berikan Azam pada bibi.” Rini langsung mengambil Azam dari gendongan Widi. Keduanya lalu duduk di ruang tamu yang berukuran 3 x 4 itu. Sementara Burhan, sibuk bolak-balik memindahkan barang-barang Widi dari mobil ke rumah. “Kalian bertengkar ya sampai Barra mengusir kamu?” tanya Rini penasaran. “Bukan aku yang memulai pertengkaran, tapi dia bi. Dia marah ketika aku lepas tangan atas hutangnya. Bibi tau, uang menjual tanah warisan ibu yang tadinya akan aku pakai untuk melunasi hutangnya, diambil paksa olehnya. Otomatis aku tidak punya uang lagi kan. Eh, dia masih memaksa aku untuk bertanggung jawab atas hutangnya. K

