Yang Berbeda

1755 Kata

“Aku kan sudah bilang sama kamu ini untuk sementara waktu saja sampai toko pecah belahku maju. Setelah itu, aku yang akan memenuhi kebutuhan rumah tangga dan kamu bisa santai di rumah.” Barra terus berusaha membela dirinya. “Yang namanya kewajiban suami untuk menafkahi istri itu tidak menunggu suami sukses, mas. Dalam keadaan apa pun suami harus bertanggung jawab untuk menafkahi istri.” “Itu kan prinsip orang bukan prinsip aku.” “Itu aturan agama bukan orang. Itu adalah aturan yang dibuat oleh Tuhan.” “Tak semua peratuan agama itu harus diikuti. Kalau mau mengikuti peraturan agama, seorang istri harusnya taat pada perkataan suami.” “Itu kalau suaminya benar. Lha, kalau mas suami macam apa yang tidak menafkahi istrinya? Sudahlah, mas. Aku capek berdebat. Sekarang mas lebih baik pulang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN