SAIMAH YANG DIPEREBUTKAN

1092 Kata

“Dek! Kamu di mana? Mbak Kesi dan Mas Badrun barusan sampe,”ucap Parman dengan nada cemas. “Iya, ya. Mas, tunggu bentar,” balas Saimah sambil mendekat ke arah ruko yang separuh bangunan telah dilahap api. Wanita ini segera bersembunyi sesaat setelah melihat beberapa warga berdatangan ke tempat kejadian. Saimah berjalan seakan-akan tak tahu soal kebakaran agak menjauh dari ruko. Kini dia telah memesan sebuah taksi. Belum juga dapat balasan dari aplikasi penyedia layanan antar jemput, sebuah taksi telah mendekat. “Silakan masuk Bu Saimah,” ucap pengemudi taksi dari balik kaca yang telah diturunkan. “Cepet bener, Pak. Baru juga selesai menelepon,” balas Saimah sembari mengamati ID Card pengemudi yang menempel pada dashboard. Emang benar dia, batin Saimah sambil melihat data pengem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN