Sarto yang tak terima pasangan calon pengantin dibawa kabur Pak Brahim. Pria berumur 35 tahun tersebut mengejar dengan berteriak. “Tua bangka tak tahu diri. Kamu selalu menghalang-halangiku untuk mendapatkan Saimah. Kau itu sudah bangkai!” Namun, Pak Brahim tak menghiraukan teriakan Sarto. Bahkan gumpalan asap berisi tubuh kedua calon pengantin yang beku dilenyapkan dari pandangan kasat mata. Saimah tampak serius mendengarkan cerita Kesi. Dia resapi setiap kata yang terucap dari kedua bibir wanita hitam manis tersebut. “Bentar, bentar, Kes!” Kesi segera berhenti bicara lalu menatap ke arah Saimah. “Kenapa?” “Mas Sarto bilang Pak Brahim bangkai?” tanya Saimah dengan kedua mata berbinar-binar. “Ya, emang. Aneh, kamu. Bangkai itu mayat. Bahagia gitu?” Kesi memandang heran ke ara

