Kekacauan

1061 Kata

Suara tembakan pertama masih bergaung di udara, diikuti teriakan Rio yang ambruk. Detik-detik berikutnya terasa lambat, namun penuh dengan adrenalin. Dani, yang refleksnya secepat kilat, segera mendorong Jelita untuk berlindung di balik tumpukan mesin bekas yang berkarat, sementara matanya menyapu sekeliling mencari sumber tembakan. Ia melihat kilatan kecil di kejauhan, di balik bayangan paling gelap pabrik, yang dengan cepat menghilang. Ini bukan anak buah Rendra. Penembak itu adalah sosok yang lebih misterius. “Jelita, lindungi dirimu!” teriak Dani. Ia melihat Rio terhuyung, tangannya memegangi luka di dadanya, hard drive yang berisi semua bukti berharga terlepas dari genggamannya dan tergelincir di lantai semen. Di tengah kekacauan yang terjadi, Daria dan Sania melihat kesempatan ema

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN