Dor!

1131 Kata

Malam itu, kegelapan kota terasa lebih pekat dari biasanya. Lampu-lampu jalan tampak remang, menambah suasana mencekam yang menyelimuti Dani dan Jelita. Mereka tahu, pertemuan dengan Rio, jurnalis investigasi itu, adalah taruhan terakhir mereka. Ini adalah kesempatan emas untuk menjatuhkan Rendra, tapi juga bisa menjadi perangkap mematikan. Semua bukti yang mereka kumpulkan—rekaman audio, dokumen, kesaksian Budi—kini berada dalam tas yang Dani pegang erat. “Kita harus sangat hati-hati!” Dani mengingatkan Jelita, mengemudikan mobilnya menuju lokasi terpencil yang disebutkan Rio. “Rendra pasti akan melakukan segala cara untuk menghentikan kita.” Jelita mengangguk, napasnya terasa tertahan. Jantungnya berdebar kencang, antara antisipasi dan ketakutan. Ini adalah akhir dari sebuah perjuanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN