Nama Alexa terus terngiang di benak Dani, sebuah bayangan dari masa lalu yang kini muncul dalam pusaran intrik yang rumit. Ia menatap Jelita, ekspresi terkejut dan sedikit kebingungan di wajahnya. “Alexa ... aku mengenalnya,” Dani memulai, suaranya sedikit ragu. “Dia ... dia mantan kekasihku, sebelum aku bertemu denganmu.” Jelita merasakan sedikit cemburu yang menusuk, seperti sengatan listrik. Wajahnya menegang sesaat, namun ia segera mengendalikan diri. Ini bukan saatnya untuk emosi pribadi. Fokus mereka adalah mengungkap kebenaran. “Mantan kekasih?” tanya Jelita, berusaha menjaga nada suaranya tetap profesional. “Apa hubungannya dia dengan Rendra dan perusahaan Ayahmu?” Dani menggelengkan kepala. “Aku tidak tahu. Setelah kami berpisah, dia menghilang begitu saja. Aku tidak pernah me

