101

1004 Kata

"Bibi kalau mau istirahat, ke kamar saja." Ana menatap asisten rumahtangganya yang tampak sudah mulai mengantuk. Kini asisten rumahtangga Ana kembali tinggal di rumah. Ana yang sednag hamil dilarang oleh Eza untuk melakukan pekerjaan rumah apapun. "Nanti Non Ana sendirian di sini, ini sudah malam, di luar juga hujan." jarum jam sudah menunjuk angka sembilan, tumben sekali Eza belum pulang. Dan lagi biasanya, jika Eza pulang malam, ia akan mengabari Ana terlebih dulu, namun kali ini tidak. "Gak apa-apa, bibi pasti sudah mengantuk." "Belum terlalu juga, Non." Asisten rumahtangga Anna itu mengusap wajahnya kasar, "Non mau saya buatkan teh hangat?" "Gak usah Bi." Ana kembali menatap ke arah luar dari jendela rumahnya, belum ada tanda Eza pulang. "Gak biasanya mas Eza pulang selarut i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN