29. Pillow Talk

1794 Kata

“Senyum-senyum terus dari tadi, coba cerita apa yang bikin istriku ini happy dari tadi?” Danesh langsung di ujung sofa tepat di sebelah sang istri. Menghadap jendela kaca besar yang bisa dengan leluasa melihat rumah Danesh di seberang sana. "Cincin aku bagus kan?" Sherin tersenyum lebar saat memamerkan cincin pernikahan yang dibelikan Danesh sore tadi selepas pria itu menjemputnya di rumah sakit. Danesh tertular senyum lalu mengacak puncak kepala istrinya. "Cantik, kayak istriku." "Iih... mulut kamu manis banget kalau muji." Sherin tersipu tapi tetap memandangi cincinnya yang berkilau di jari manis. “Makasih banyak ya, Mas,” ujarnya tulus. "Maaf ya kalau telat ngasih." Danesh merangkul pundak Sherin lantas mengusapnya. Sherin menggeleng pelan. "Bukannya telat, Mas, tapi emang takdir a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN