Pagi harinya, Sherin bangun terlambat. Jangan salahkan Sherin, salahkan saja Danesh yang membuat istrinya kepayahan hingga tengah malam. Belum lagi, sebelum subuh tadi Sherin mendapatkan telpon darurat dari rumah sakit karena ada salah satu pasiennya melahirkan lebih cepat dari perkiraan. Danesh yang mengantarkan ke rumah sakit ikut kelimpungan sambil setengah mengantuk ketika mengendarai mobilnya pulang pergi. Syukurlah keduanya kembali selamat sampai rumah. Danesh sendiri sengaja membiarkan Sherin melanjutkan istirahat. Karena dirinya tak terbiasa tidur lagi begitu pagi menjelang, ia memutuskan membuka laptop dan memeriksa beberapa pekerjaan sambil bekirim pesan dengan sang kakak. Indira Bigsist : Katanya mau telpon mama ngenalin Sherin? Udah ditungguin mama tuh, dari tadi mondar-mandi

