BAB 14 : Jerat Kedua

6607 Kata

Rencana mereka berubah. Kinanti memutuskan tinggal sedikit lebih lama di perkebunan teh. Ditemani oleh Aksa yang sudah seminggu mengalihkan tugasnya di kantor pada pegawai kepercayaannya. Pria itu ingin fokus memberikan waktu yang berkualitas bagi Kinanti, di detik-detik keberangkatan mereka menuju Jerman. Baginya, keluarga adalah nomor satu. Apalagi setelah adiknya itu melewati masa-masa yang amat sulit dalam hidup. “Aku pasti akan rindu Indonesia.” Ucap Kinanti, yang anteng berada di atas boncengan sepeda ontel. Sementara Aksa mengayuh di depan. “Keramaian kotanya, dan kedamaian desa asrinya yang seperti ini.” “Kita bisa sesekali berkunjung kalau kamu ingin.” Aksa membalas. Sepedanya menuruni jalanan yang berkerikil, lantas bergabung dengan hamparan kebun teh. Hanya ada mereka di sana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN