BAB 7 : Terendap Lara

4259 Kata

“Non.” Pintu kamarnya dibuka asisten rumah tangga, yang kali itu terkejut mendapati Kinanti sudah duduk di depan cermin riasnya—sedang memoleskan lipstik di bibir. “Loh, Non Kinanti sudah mulai bekerja lagi?” Wanita paruh baya itu meletakkan nampan sarapan di samping nakas tempat tidur Kinanti—yang sejak beberapa hari lalu selalu dia antarkan ke kamar selama nona mudanya tersebut sakit. Lewat cermin, Kinanti tertawa kecil. Tawa yang coba menyembunyikan luka yang berdarah-darah di matanya. “Bawa ke bawah saja ya, Bi. Aku mau sarapan sama Papa. Papa ada di bawah, kan?” “Ada, Non.” Tentu saja Kinanti yang kembali bersikap menyenangkan begitu melegakan. Si asisten rumah tangga yang telah mengasuh Kinanti sejak lama mengusap dadanya tanda syukur. “Kalau gitu Bibi bawa ke bawah lagi, ya. Non

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN