Kinanti mengetuk-ngetukkan bolpoin di meja kerja. Ia akhirnya kembali pada rutinitas kantor. Sebab, Kinanti harus mengurusi Mirano Executive Group dan Kreasi Klungkung yang telah bekerjasama. Waktu itu, Kinanti yang menjabat sebagai sekretaris Antara terlanjur menangani semuanya dalam proyek ini. Dia orang yang tahu seluk-beluknya. Jadi, Antara terpaksa membiarkannya berjibaku dengan urusan kantor, paling tidak sampai satu bulan ke depan—hingga Kreasi Klungkung nanti resmi dilaunching. “Halo, Kinanti.” Kinanti mendongak dan melihat James yang tersenyum padanya. Meski beberapa detik telah lewat, Kinanti sama sekali tidak bisa menampilkan reaksi apapun. Bertemu James selalu membuatnya merasa canggung. Aduh—mengapa pula mereka harus saling kenal? “Apa ada yang salah dengan penampilanku?”

