Rasanya seperti sebuah adegan drama, tapi ini benar-benar nyata. Aku bisa merasakan embusan napasnya dan itu membuat wajahku memanas. “Sorry,” ucapnya pelan. Aku tak bisa berkata-kata, hanya bisa membenarkan posisi duduk. Saat Damien berdiri, aku melihat Sofia dan mamanya sedang menatap kami dengan mulut terbuka. “Ini tidak seperti yang kalian pikirkan.” Aku merasa telah melakukan hal yang tak senonoh padahal sebenarnya tidak. Mimpi buruk itu membuatku bangun dan terkejut saat membuka mata, wajah Damien terlalu dekat. Tindakan yang kulakukan murni spontanitas saja. Aku bahkan tak mengira tindakanku seakan kami berciuman, padahal sebenarnya tidak. “Aku mimpi buruk,” kataku. “Dia mengigau, aku berusaha membangunkannya,” sahut Damien. “Aku kaget, jadi aku membenturkan kepalaku,” sahut

