Bab 17

1043 Kata

Aku menggeleng, perlahan pandanganku kembali walau tak jelas. Semuanya tampak miring dan itu membuatku mengerutkan kening. Kenapa bisa semuanya seperti miring, apa aku ada di dunia miring? Aku terkekeh, ternyata itu semua karena kepalaku bersandar di bantalan kursi. Saat aku duduk tegak, semua kembali seperti sedia kala. “Santika, aku merasa….” Aneh. Santika mengangkat satu sudut bibirnya, aku tak tahu mengapa ia melakukan itu. Perlahan semuanya kembali tampak kabur dan aku harus kembali menggeleng untuk mengembalikan kesadaranku. “Isyana.” Suara itu suara Damien. Aku sangat kenal betul suaranya yang sangat rendah. Seperti suara dubber iklan televisi. Aku ingin berdiri dan mengajak Damien pergi. Tapi badanku terlalu lemas seperti agar-agar. Bahkan sekedar menoleh pun aku tak bisa.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN