Bab 52

1140 Kata

Dikejar orang-orang itu di hutan atau kebun atau apalah itu. Berlari dengan terpincang-pincang karena satu telapak kaki yang sakit. Berteriak minta tolong dengan suara sangat keras. Diseret seperti binatang yang akan dibawa ke rumah jagal. Diperlakukan tak senonoh secara verbal dan aku melihat diriku sendiri ditampar begitu keras. Aku membuka mata dengan napas yang memburu. Ketegangan setiap kali menghiasi tidur membuatku selalu takut untuk tidur. Seseorang mengalungkan lengannya di pinggangku. Tangan besar yang membuatku tersenyum sesaat lalu senyum itu menghilang. Aku mendorong tangan itu untuk membalik badan. Sejak punggungku sakit akibat kena pecahan kaca saat melompat dari lantai dua kala itu, tidur telungkup adalah posisi yang paling nyaman. Turun dari tempat tidur, dengan pinca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN