Sofia marah besar, itu hal pertama yang menyapaku setelah tiba di rumah. Bahkan wajah ibunya yang biasanya ramah dan murah tersenyum, kini tampak sengit. Seakan siap menyerangku kapan saja. Aku langsung tahu masalahnya adalah Damien. Aku tak tahu seberapa banyak yang mereka ketahui tentang hubungan kami, tapi yang pasti itu bukan kabar baik bagiku. Sofia pergi begitu saja sambil menarik lengan ibunya ketika kami tak sengaja berpapasan. Ia menoleh saat sudah di belakang Damien dan mengkodeku dengan dua jari diarahkan dari matanya ke mataku. Aku tahu dia sedang mencari celah untuk melakukan apapun demi Damien. Damien membopongku naik tangga menuju kamarku yang ada di sudut kiri rumah ini, berhadapan dengan kamar Ronan. Lelaki yang sangat kasual itu sedang berdiri dengan menyandarkan pun

